Minggu, 27 Mei 2012
Madiun: Distribusi Raskin Lancar dan Aman
Sabtu, 30 Oktober 2010 04:02
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/10 (SIGAP) - Distribusi beras untuk warga miskin bagi rumah tangga sasaran (RTS) di wilayah Bulog Sub Divre IV Madiun, Jawa Timur, berjalan lancar dan aman, bahkan untuk jatah November sudah mulai dibagikan.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun, Yasri Sofhadi, Sabtu (30/10) mengatakan, meski ada beberapa daerah yang menunggak, namun secara umum pendistribusian raskin di wilayahnya yang meliputi Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Kota Madiun, berjalan lancar.

"Untuk distribusi di Kota dan Kabupaten Madiun cukup lancar. Bahkan jatah bulan November sudah bisa didistribusikan tepat waktu pada awal bulan nanti. Hanya kabupaten Ngawi yang agak molor, karena terdapat beberapa dearah yang menunggak pembayaran," ujar Yasri.

Menurutnya, setiap RTS tetap mendapatkan jatahnya sesuai ketentuan sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp1.600,00 per kilogram. Jumlah ini kembali lagi setelah beberapa bulan pada awal tahun jatah raskin berkurang menjadi 13 kilogram bagi tiap RTS.

Adapun, warga Kabupaten Madiun yang berhak mendapatkan jatah raskin sebanyak 50.429 RTS yang tersebar di 15 kecamatan yang ada. Sedangkan, jumlah warga Kabupaten Ngawi yang mendapat jatah raskin mencapai 90.118 RTS yang tersebar di 19 kecamatan yang ada.

Pihaknya menjamin, raskin yang sudah didistribusikan ke warga memiliki kualitas yang baik. Meski tidak sebagus beras kualitas nomor satu, namun jatah tersebut telah sesuai standar.

"Selama ini kualitas berasnya cukup bagus dan layak konsumsi, meski tidak sebagus beras kualitas nomor satu. Beras yang dibagikan untuk jatah raskin ini kualitasnya adalah menengah," terang Yasri.

Dirinya juga mengimbau kepada petugas pemerintah daerah yakni para perangkat desa, untuk memeriksa kembali keadaan raskin sebelum didistribusikan ke masing-masing warga. Hal ini guna menghindari adanya raskin bermutu kurang baik ke pihak warga.

"Raskin bermutu kurang baik tersebut dapat bermacam-macam penyebabnya. Bisa jadi selama di gudang kantor desa tidak disimpan dengan baik, seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Ngawi yang terkena air hujan akibat atap gudang kantor desa bocor," katanya.

Jika hal tersebut terjadi, dirinya menjamin akan menarik raskin yang rusak dan menggantinya dengan raskin yang lainnya yang sesuai standar.

Sementara itu, pengadaan beras di Bulog Sub Divre IV Madiun tahun 2010 ditarget sebanyak 47.500 ton, namun hingga September baru terealisasi 67 persen atau sekitar 30.000 ton.

Meski pengadaan beras belum mencapai target, namun stok beras hingga awal tahun 2011 tetap aman. Menurutnya, jumlah stok beras dan gabah di gudangnya saat ini mencapai 13.000 ton. Jumlah stok tersebut sudah mencakupi kebutuhan untuk raskin, kemungkinan pengadaan operasi pasar, bahkan untuk Natal dan tahun baru nanti. Rata-rata kebutuhan beras per bulan mencapai 2.200 ton.

Yasri menambahkan, dari pengadaan beras sebanyak 47.500 ton tersebut, nantinya akan digunakan untuk jatah raskin sebanyak 22.781 ton, cadangan beras pemerintah 300 ton, jatah lapas dan rumah tahanan 120 ton, pengiriman ke daerah lain, dan sisanya jatah karyawan.

Sementara itu, penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) di Sumatera Utara (Sumut) hingga 19 Oktober 2010 sudah mencapai 89,82 persen atau 112.955 ton seiring dengan menurunnya juga jumlah tunggakan pembayaran beras itu dari pemerintah kota/kabupaten.

"Hingga 19 Oktober, penyaluran raskin (beras untuk warga miskin, red) sudah 89,82 persen dari seyogianya di periode itu sebesar 125.754 ton. Dengan kondisi seperti itu diharapkan penyaluran raskin bisa 100 persen hingga akhir tahun," kata Humas Bulog Sumut, Rusli di Medan, Jumat (29/10).

Penyaluran raskin di beberapa kota yakni Kota Tanjug Balai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara, bahkan sudah mencapai 100%.

Sementara beberapa pemerintah daerah lainnya seperti Mandailing Natal, Nias dan Nias Selatan serta Nias Utara sudah mengajukan surat permintaan alokasi raskin itu hingga bulan November. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita