Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai Kembali Diguncang Gempa 5,1 SR
Jumat, 29 Oktober 2010 19:13
AddThis Social Bookmark Button

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Jakarta, 30/10 (SIGAP) - Kepulauan Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,1 Skala Richter (SR) pada pukul 01.05 WIB Sabtu (30/10) dinihari. Lokasi gempa diposisi

Data yang diperoleh SIGAP dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut pusat gempa berada di 108 km barat daya Pulau Pagai Selatan- Kepulauan Mentawai- Sumatera Barat, 109 km Barat Daya Pagai Utara Mentawai-Sumbar, 140 km Barat Daya Sipura Mentawai-Sumatera Barat, 212 km Barat Daya Mukomuko-Bengkulu dan 877 km Barat Laut Jakarta.

Menurut BMKG, gempa yang terjadi di posisi 3.45 Lintang Selatan - 99.42 Bujur Timur dengan kedalaman 27 km dari permukaan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan catatan, sejak 25 Oktober 2010, Keulauan Mentawai ini telah diguncang gempa berkekuatan 7,2 SR yang menimbulkan tsunami, telah disusul gempa sebanyak 19 kali hingga Sabtu ini.

Pada pemberitaan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,2 SR ini telah menyebabkan 408 orang meninggal, 303 belum diketemukan, 270 orang luka berat dan 142 luka ringan.

Selain itu, bencana gempa juga menyebabkan 517 unit rumah mengalami rusak berat dan 204 rusak ringan. Gempa yang disertai tsunami ini telah menyebabkan sekitar 23 ribu orang hingga saat ini berada di pengungsian. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita