Minggu, 27 Mei 2012
Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas
Jumat, 29 Oktober 2010 06:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/10 (SIGAP) - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (29/10) siang, sekitar pukul 11.40 WIB, kembali menyemburkan awan panas.

Semburan awan panas keluar dari Merapi itu terjadi dua kali, yakni sekitar pukul 11.25 WIB dan 11.40 WIB.

Awan panas keluar pada pukul 11.40 WIB lebih besar dibanding sebelumnya. Awan panas itu terlihat jelas dari Desa Samiran, Selo, berupa asap tebal kecoklatan yang membumbung ke atas.

Petugas Pos Tempat Pengusian Akhir (TPA) Desa Samiran, Selo, Wagiran, mengatakan, membenarkan semburan awan panas susulan Merapi tersebut.

Menurut Wagiran, semburan awan panas Merapi itu terlihat membumbung tinggi. "Belerang juga sudah dirasakan warga di Selo," katanya.

Semburan awan panas Merapi itu, katanya, ke arah barat daya atau Sleman dan Magelang.

Suwanto, guru SDN II Klakah, menjelaskan, api kelihatan jelas dari SD II Klakah, sehingga 141 siswa dipulangkan.

Pihaknya meminta ada petugas SAR atau relawan yang ditempatkan di sekolah, sehingga jika terjadi semburan awan panas dapat membantu evakuasi siswa.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di JrakahTri Mujianto menjelaskan, sejak Jumat pagi setidaknya ada 5 semburan awan panas, dan sekitar pukul 11.40 WIB terjadi cukup besar.

Namun, kata Tri, semburan awan panas tersebut tidak kelihatan dari Pos Jrakah, karena tertutup oleh kabut dan mendung.

Pihaknya mengimbau agar warga di kawasan rawan bencana segera meninggalkan lokasi karena kondisi merapi dapat membahayakan jiwa.

Sebelumnya, berdasarkan data pengamatan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, terjadi 2 kali awan panas, yaitu pada pukul 06.10 WIB terjadi semburan awan panas sekitar 3 menit, dan luncuran awan panas pada pukul 08.41 WIB selama sekitar 9 menit.

Namun demikian, pihak BPPTK belum dapat memastikan arah dan jarak luncuran karena kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi berkabut.

Selain luncuran awan panas, juga terjadi 87 kali guguran, 53 kali gempa multiphase dan 16 kali gempa vulkanik.

Selain awan panas juga telah terlihat titik api diam di puncak Gunung Merapi yang biasanya akan diikuti dengan pembentukan kubah lava baru.

Selain awan panas guguran, Gunung Merapi juga masih memiliki ancaman lain yaitu banjir lahar apalagi saat hujan terjadi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita