Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai: Rumah Relokasi Korban Tsunami Segera Dibangun
Jumat, 29 Oktober 2010 04:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/10 (SIGAP) - Pemerintah segera membangun rumah-rumah relokasi di perbukitan Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai, merelokasi para korban tsunami di daerah ini.

Rencananya rumah-rumah itu akan dibangun dengan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pembersihan lokasi menjadi tanggungjawab pemerintah lokal, kata Ketua BNPB, Syamsul Muarif didampingi GUbernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang.

Menurut Syamsul, rumah-rumah itu untuk penampungan sementara hingga adanya bantuan bagi warga untuk mendirikan tempat tinggal yang baru di daerah perbukitan.

Rumah relokasi itu diutamakan bagi warga yang rumahnya roboh dan hilang disapu tsunami. Warga yang direlokasi tidak dibolehkan lagi kembali ke pesisir pantai untuk mendirikan kembali rumahnya, katanya.

Terkait pembangunan tempat tinggal baru, Syamsul mengatakan, Sumbar sudah berpengalaman untuk itu seperti pascagempa 2009 dimana banyaknya bantuan dari NGO dan LSM yang membantu mendirikan rumah bagi korban.

Sementara itu, Irwan Prayitno mengatakan, untuk membangun rumah relokasi, Pemprov Sumbar telah meminta izin kepada Kapolda untuk menggunakan kayu yang ada di Pulau Sipora.

Kita minta polisi yang menebang kayu-kayu untuk bahan rumah relokasi itu. Penebangan kayu dilakukan karena dipastikan bahan bangunan berupa papan dan balok tidak tersedia daerah bencana tersebut.

Penebangan hutan ini hanya untuk bahan rumah relokasi dan prosesnya juga melibatkan kejaksaan, tambahnya.

Irwan percaya, pembangunan rumah relokasi akan cepat dilaksanakan apalagi korban tsunami sudah bersedia direlokasikan dari pemukiman lama yang telah porak poranda karena gempa dan tsunami.

Menurut Irwan, rumah itu dibangun secara bertahap, mana yang selesai langsung ditempati dan pendataan korban yang akan menempatinya tengah dilakukan Pemkab Mentawai, katanya.

Seperti diketahui, gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar, pada Senin (25/10) malam. (laporan ari prahasta/ant)


 

Arsip Berita