Minggu, 27 Mei 2012
Mentawai: Korban Gema Membutuhkan Obat-Obatan
Kamis, 28 Oktober 2010 04:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/10 (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Joskamtir, di Mentawai, Kamis (28/10) mengatakan, korban gempa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, membutuhkan lebih banyak obat-obatan dan logistik pascagempa berkekuatan 7,2 skala Richter pada Senin (25/10).

"Korban gempa dan Tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai butuh lebih banyak makanan dan obat-obatan," katanya.

Menurutnya, ada ratusan warga mendapat perawatan di Puskesmas yang mengalami luka baik berat maupun ringan belum mendapat obat-obatan.

"Obat-obat di Puskemas sudah mulai menipis untuk membantu korban selamat," katanya.

Joskamtir menambahkan, selain itu BPBD juga membutuhkan ratusan kantong mayat, masker, serta tenda buat warga yang berada dalam pengungsian.

"Masker sangat dibutuhkan bagi warga karena bau mayat sudah menyengat. Hal ini bisa membuat penyakit bagi masyarakat," katanya.

Dirinya mengatakan, saat ini kapal milimk TNI sudah bersandar di pelabuhan Mentawai, namun belum diketahui barang-barang apa yang dibawa.

"KRI yang bersandar tersebut akan melakukan bongkar barang pada Kamis (28/10) sekitar pukul 10.00 WIB, mudah-mudahan yang dibawa kapal tersebut barang yang sangat dibutuhkan bagi warga," katanya.

Menurutnya, ada beberapa lokasi, yakni Munte dan Sioban di Kabupaten Mentawai yang belum terjangkau harus segera dilakukan.

"Ada sekitar ratusan jiwa yang bermunkim di perkampungan tersebut,"katanya.

Dirinya menambahkan, untuk menuju lokasi 2 desa tersebut cukup berat dan hanya bisa ditempuh lewat jalur laut, namun saat ini ombak masih besar.

"Sedangkan akses komunikasi tidak bisa, jaringan telepon terputus akibat gempa dan Tsunami," katanya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 2 batalion dari satuan kesehatan dan bantuan perbekalan untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.

"Satu batalion dari wilayah timur akan berangkat pada Kamis siang nanti, sementara dari wilayah barat sudah disiagakan untuk berangkat ke Mentawai," kata George Toisuta kepada wartawan usai membuka seminar "Pembangunan Moral dan Karakter Bangsa" di Jakarta, Kamis.

Untuk pendistribusian bantuan perbekalan, seperti bahan makanan, tenda dan obat-obatan, kata George, akan menggunakan pesawat Hercules karena banyak wilayah yang terisolasi akibat tsunami di Mentawai.

"Kami menggunakan pesawat Hercules karena lokasinya sulit dijangkau. Peterjun "free fall" dari Kostrad akan mendampingi bantuan perbekalan yang diterjunkan," katanya.

Namun, katanya, bila gelombang laut di Mentawai meningkat maka karena akan menyulitkan personelnya mendistribusikan bantuan yang diterjunkan itu.

Gempa berkekuatan 7,2 scala richter SR mengguncang Sumatera Barat Senin, (25/10) pukul 21.42 WIB. Pusat gempa berada di 3.61 LS - 99.93 BT berkedalaman 10 kilometer.

Gempa berlokasi di 78 kilometer Barat Daya Pagai Selatan, Mentawai, Sumatera barat. Gempa cukup kuat dirasakan di sejumlah daerah di Kota Padang. (lapaoran rusman/ant)

 

Arsip Berita