Minggu, 27 Mei 2012
Jalan Rawan Kecelakaan Diberi Median Jalan
Senin, 17 Mei 2010 04:26
AddThis Social Bookmark Button

Karanganyar, 17/5 (ANTARA) - Jalan raya rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Karanganyar akan diberi pembatas jalan seperti jalur Solo-Tawangmangu tepatnya di Palur, Kecamatan Jaten, kabupaten setempat diperpanjang menjadi 950 meter.

"Kepadatan arus lalu lintas di jalan ini terus meningkat sehingga dengan dibangunnya median jalan diharapkan kecelakaan lalu lintas bisa berkurang," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkomiinfo) Kabupaten Karanganyar Nunung Susanto, di Karanganyar, Senin. 

Dia mengatakan proyek pembangunan median jalan mulai dikerjakan Selasa (11/5) oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah karena merupakan jalan provinsi. 

"Kami hanya ketempatan saja dan meminta tambahan kalau ada yang kurang seperti penambahan rambu dan garis pembatas jalan, serta `traffic light` untuk pertigaan di Palur yang dinilai sudah tua," katanya. 

Selain jalan raya, kata dia, Jalan Adisucipto Karanganyar juga akan diberi median jalan tepatnya sebelah barat Tugu Adipura sampai perempatan Colomadu. "Di sana juga padat sekali arus lalu lintasnya. Kami akan coba meminta pembangunan pembatas tengah jalan jalur itu," katanya. 

Pembangunan median jalan tersebut sebelumnya telah disosialisasikan Dinas Bina Marga melalui rapat koordinasi pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Satlantas Polres Karanganyar, Satpol PP, dan Dishubkominfo sendiri. 

Sementara Petugas Teknis Dinas Bina Marga Jawa Tengah Supadi mengatakan median jalan di Palur yang dibangun sepanjang 950 meter dimulai dari depan SPBU Palur sampai Jembatan Jurug. 

Rencananya, kata dia, akan ada empat penggal median jalan dengan tiga potongan, yakni di depan SPBU Palur, pertigaan jalan arah Brigif dan pertigaan "traffic light" Palur atau pertigaan Botol. "Potongan ini untuk perputaran kendaraan, khusus dari traffic light sampai jembatan Jurug tidak ada potongannya. Nanti penuh median jalan," terang Supadi. 

Pembangunan median jalan ini disambut baik warga di sekitar lokasi. Sriyanto, warga Jurug, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten mengatakan pembangunan median jalan diharapkan dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi, terutama di sekitar Kampus Asmi. 

"Kalau dirata-rata, hampir setiap malam terjadi kecelakaan. Selain tidak ada median jalan, lampu penerangan jalan yang kurang menjadi penyebabnya. Bahkan kami harus memasang tong sebagai tanda pengingat bagi pengguna jalan. Sekarang ada median jalan, malah bagus," katanya. (U.J005/B/M028/M028) 17-05-2010 11:00:40 NNNN

 

Arsip Berita