Minggu, 27 Mei 2012
Jateng: Sebanyak 33 Desa Di Batang Endemik Demam Berdarah
Rabu, 27 Oktober 2010 04:38
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 27/10 (SIGAP) - Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Bambang Widiyanto, Rabu (27/10) mengatakan, sebanyak 33 desa dan kelurahan di kabupaten tersebut merupakan daerah endemik penyebaran penyakit demam berdarah sehingga warga diimbau lebih meningkatkan kebersihan lingkungannya.

"Hampir setiap tahunnya jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Batang terus meningkat akibat banyak desa dan kelurahan menjadi daerah endemik penyebaran penyakit itu," kataBambang.

Menurutnya sejumlah desa dan kelurahan yang menjadi endemik penyebaran penyakit demam berdarah itu, antara lain Karangasem Selatan, Sambong dan Proyonangan Utara.

Desa dan kelurahan lain adalah Karangasem Utara, Proyonangan Tengah, Proyonangan Selatan, Kalisalak, Denasri Kulon, Kasepuhan, dan Pasekaran, semuanya masuk wilayah Kecamatan Batang Kota.

Kemudian, Kelurahan Kauman, Warungasem, Gapuro, Banjiran, Sidorejo, Pesaren, Menguneng, dan Desa Candiareng.

Dirinya mengatakan untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk `aedes aegypti` ini, Dinas Kesehatan secara rutin melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit tersebut.

"Namun, untuk mengurangi penyebaran penyakit ini maka peran masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat dibutuhkan. Salah satunya, yaitu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya.

Menurutnya, suatu daerah dikategorikan sebagai endemik demam berdarah jika selama tiga tahun berturut-turut selalu ada kasus penyakit tersebut yang menyerang warga setempat.

"Kami menganjurkan warga membersihkan dan menguras tempat penampungan air bersih yang ada di rumah karena nyamuk `aedes aegypti` akan mudah berkembang biak ditempat itu," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia). Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita