Minggu, 27 Mei 2012
Cilacap Diguyur Hujan Debu Merapi
Selasa, 26 Oktober 2010 17:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 26/10 (SIGAP) - Hujan abu akibat letusan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Selasa malam, mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jateng.

Dari pantauan ANTARA di Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, hujan abu tersebut mulai terlihat tebal sekitar pukul 22.00 WIB setelah wilayah ini diguyur hujan dengan intensitas ringan sejak sore hari.

Dengan demikian, abu dari Gunung Merapi ini tampak melekat di dedaunan, jalanan, maupun tembok pagar rumah penduduk.

Seorang pedagang mi ayam yang mangkal di depan Sekolah Dasar Negeri 1 Kalikudi, Kasdi (36) mengatakan, sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tampak berhati-hati saat mengendarai kendaraannya.

"Tadi sekitar pukul 22.00 WIB, abunya terlihat sangat tebal sehingga menyulitkan pengendara sepeda motor karena mereka khawatir mata dan hidungnya kemasukan abu," katanya.

Sementara itu, sebanyak 14 korban awan panas Gunung Merapi, hingga Selasa pukul 23.00 WIB masih dirawat di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sedangkan korban meninggal teridentifikasi bernama Sugiman warga Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, dan satu korban lagi yang meninggal belum teridentifikasi," kata salah seorang relawan, Bambang yang ikut membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem.

Menurutnya, Sugiman saat dibawa ke rumah sakit masih hidup, tetapi tidak lama kemudian nyawanya tidak tertolong.

"Kemungkinan masih ada korban meninggal lainnya yang belum dapat dievakuasi, karena sejumlah relawan bersama tim SAR dan TNI serta Polri masih melakukan penyisiran di beberapa desa yang diterjang awan panas," katanya.

Sementara itu, menurut salah seorang dokter di RS Panti Nugroho, dr Adi, dari 14 korban yang dirawat di rumah sakit ini, beberapa di antaranya harus dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta, karena mengalami luka bakar lebih dari 40 persen.

Menurut nya, korban awan panas Merapi sebagian besar warga Kinahrejo dan Kaliadem, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kawasan selatan kaki gunung itu.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono, di Yogyakarta, Selasa malam, mengatakan, Gunung Merapi (2.965 mdpl) sudah masuk fase erupsi.

Gunung Merapi di perbatasan wilayah Provinsi DIY dan Jawa Tengah (Jateng) ini, pada Selasa memasuki fase erupsi dengan terjadinya awan panas berulang kali.

Luncuran awan panas pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB, kedua pada pukul 17.19, ketiga pukul 17.24 WIB, dan keempat pukul 17.34 WIB. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita