Minggu, 27 Mei 2012
Update Pantauan Perkembangan Gunung Merapi
Senin, 25 Oktober 2010 09:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/10 (SIGAP) – Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan sejak ditetapkan status Siaga, menunjukan peningkatan secara signifikan, sejak 22 hingga 24 Oktober 2010.

Demikian disampaikan Kementerian  dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Badan Geologi yang ditujukan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana terkait dengan peningkatan aktivitas Merapi dari Status Siaga menjadi Awas.

Seperti diketahui Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe strato, dengan ketinggian 2980 meter dari permukaan laut. Secara geografis terletak pada posisi 7⁰ 32.5’ Lintang Selatan dan 110⁰ 26.5’ Bujur Timur, secara administratif terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Status kegiatan Gunung Merapi ditingkatkan dari Normal menjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010, dan ditingkatkan menjadi Siaga pada 21 Oktober 2010

Dilapaorkan pada 22 Oktober 2010 terjadi 52 kali gempa bumi vulkanik, 514 terjadi gempa banyak. Sementara 23 Oktober 2010 terjadi 80 gempa bumi vulkanik, 525 kali terjadi gempa fase banyak dan 1 kali gempa frekwensi rendah.

Sedangkan pada 24 Oktober terjadi 80 kali gempa bumi vulkanik, 588 gempa fase banyak dan 3 kali gempa rendah.

Dilaporkan, pengukuran deformasi dilakukan dengan Electric Distance Measurement (EDM), dengan reflektor dipasang di sekitar puncak Gunung Merapi, hasil pengukuran menunjukan, pada akhir September 2010, laju inflasi bagian puncak Gunung Merapi rata-rata 6 mm/hari, setelah itu, laju inflasi hingga 21 Oktober 2010 mencapai 10.5 cm/hari, kemudian laju inflasi meningkat sangat tajam, mencapai 42 cm/hari, berdasarkan hasil pengukuran EDM hingga 24 Oktober 2010.

Secara visual, sejak ditetapkan status Siaga, terjadi peningkatan kejadian guguran kubah lava, dominan mengarah ke Selatan (K Gendol) dan ke Barat Daya (K. Krasak). Beberapa kejadian guguran dapat terdengar di Pos Pengamatan Kaliurang dan di Pos Pengamatan Babadan. Berikut disajikan grafik kejadian guguran kubah lava dari 1 (satu) September hingga 24 Oktober 2010.

Berdasarkan hal tersebut disimpulkan terjadinya peningkatan secara signifikan jumlah dan energi gempabumi vulkanik sejak 22 Oktober 2010.

Pada reflektor yang berada di dekat puncak Gunung Merapi, terjadi peningkatan laju inflasi hampir empat kali lipat, hingga  21 Oktober 2010 laju inflasi 10.5 menjadi 42 cm/hari diukur pada 24 Oktober 2010.

Terjadi peningkatan jumlah guguran kubah lava, sebelum 21 Oktober 2010, tercatat kurang dari 100 kejadian guguran kubah lava, sejak 23 hingga 24 Oktober 2010, terekam masing-masing 183 dan 194 kejadian guguran kubah lava.

Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan, deformasi, dan visual,  menunjukan adanya peningkatan kegiatan/aktivitas secara signifikan. Maka, terhitung sejak 25 Oktober 2010, pukul 06:00 WIB, status kegiatan Gunung Merapi dinaikkan dari Siaga ke Awas.

Sehubungan dengan  status Awas Gunung Merapi, direkomendasikan agar segera mengungsikan penduduk di daerah rawan bencana, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai, yang berhulu di Gunung Merapi; sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 10 kilometer dari puncak Merapi, meliputi, K. Boyong, K Kuning, K. Gendol dan K. Woro. 

Sementara itu untuk wilayah Kabupaten Sleman direkomendasikan agar segera mengungsikan penduduk yang bermukim di  Desa Purwobinangun (Dusun Turgo, Dusun Kemiri dan Dusun Ngepring), Desa Hargobinangun (Dusun Kaliurang Barat, Dusun Boyong, Dusun Kaliurang Timur, dan Dusun Ngipiksari), Desa Umbulharjo (Dusun Kinahrejo, Dusun Pangukrejo, dan Dusun Gondang), Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem, Dusun Petung, Dusun Jambu, dan Dusun Kopeng), Desa Glagaharjo (Dusun Kali Tengah Lor, Dusun Kali Tengah Kidul, Dusun Srunen, dan Dusun Singlar).

Sedangkan di wilayah Kabupaten Klaten direkomendasikan agar segera mengungsikan penduduk yang bermukim di Desa Balerante (Sumua Dusun), Desa Sidorejo (Semua Dusun), dan Desa Tegal Mulyo (Semua Dusun).

Untuk wilayah di kabupaten Magelang direkomendasikan agar segera mengungsikan penduduk yang bermukim di Desa Kemiren (Dusun Jamburejo dan Dusun Kemiren), Desa Kaliurang (Dusun Sumberejo, Dusun kaliurang Utara, Dusun kaliurang Selatan, dan Dusun Capengan).

Terkait hal tersebut direkomendasikan agar menghentikan semua aktivitas masyarakat di sekitar alur sungai meliputi K. Boyong, K Kuning, K. Gendol dan K. Woro, K. Bebeng, K. Krasak, dan K. Bedog.

Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awan panas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} (PVMBG)



 

Arsip Berita