Minggu, 27 Mei 2012
Sleman: Warga Tutup Paksa Penambangan Pasir Lereng Merapi
Sabtu, 23 Oktober 2010 10:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/10 (SIGAP) – Sabtu (23/10) dini hari warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menutup paksa jalur menuju ke area penambangan pasir di Sungai Gendol yang merupakan aliran lahar Gunung Merapi.

Menurut Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto, penutupan ini dilakukan dengan peningkatan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga pada Kamis (22/10) malam.

Lebih lanjut Heri mengatakan, jika akses jalan menuju dasar Sungai Gendol tersebut tidak ditutup paksa maka besar kemungkinan para penambang pasir maupun truk pengangkut masih akan melakukan aktivitas penambangan.

"Kemarin masih diberi toleransi karena memang penetapan kenaikan status Gunung Merapi menjadi siaga baru sore hari sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan sosialisasi. Namun biasanya meskipun para penambang ini telah diberitahu tentang larangan penambangan mereka masih suka membandel dan tetap nekat melakukan penambangan," katanya.

Dirinya mengatakan, atas dasar itu maka warga sepakat untuk menutup dan mengunci portal di pintu masuk jalan menuju ke dasar Sungai Gendol.

"Biarkan saja jika para penambang tetap nekat melakukan aktivitas, risiko ditanggung sendiri. Tetapi mereka tentunya juga tidak akan bisa menjual pasir karena truk pengangkut tidak bisa masuk sampai ke lokasi penambangan karena jalan kami tutup," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cangkringan, Sleman AKP Sudalidjo mengatakan, lokasi penambangan di Sungai Gendol ditutup atas dasar kesepakatan warga setempat.

"Tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala Desa Kepuharjo bersama dengan Muspika Kecamatan Cangkringan, dan semua sepakat dengan penutupan kegiatan penambangan di Sungai Gendol yang termasuk kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi," katanya.

Dirinya mengatakan, jika masih ada penambang yang nekat menambang langsung akan dihentikan dan truk pengangkut pasir juga harus pulang kembali.

"Kami bersama warga desa terus menjaga pintu masuk ke Sungai Gendol agar jangan sampai ada yang nekat menerobos masuk," katanya.

Seperti diketahui Status Gunung Merapi sejak Kamis (21/10) pukul 18.00 Naik dari Waspada jadi Siaga.

Menurut Subandrio, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta, peningkatan status dari waspada ke siaga ini disebakan tingkat devormasi, gempa vulkanik, gas vulkanik mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan beberapa hari yang lalu. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita