Minggu, 27 Mei 2012
Blora: Petani Diimbau Waspadai Benih Padi Palsu
Sabtu, 23 Oktober 2010 10:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/10 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, mengimbau petani agar waspada terhadap peredaran benih padi yang ditengarai asli tapi ternyata palsu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Pemkab Blora, Sutikno Slamet, di Blora, Sabtu (23/10) mengatakan, penggunaan benih yang ternyata palsu itu merugikan petani sebab hasil panen tidak maksimal.

"Para petani diimbau selalu waspada maraknya penawaran benih yang menjanjikan produk tanpa lisensi Kementerian Pertanian," katanya menambahkan.

Para penyuluh dan petugas benih di lapangan, katanya, sudah diperintahkan untuk mendampingi petani terkait dengan kesadaran untuk memperhatikan benih padi yang dipasarkan dengan berbagai keunggulan.

"Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli benih antara lain kemasannya meragukan atau tidak, kesesuaian antara label dan fisik benih, termasuk juga apakah ada kutu di kemasan yang dipasarkan," katanya.

Dirinya mengaku, hingga saat ini masih ada petani yang tergiur mencoba benih yang ditawarkan oknum pedagang dan pengusaha perbenihan dengan harga murah tetapi belum terbukti produksinya.

"Kami menyesalkan oknum atau pengusaha yang diduga sengaja menjualbelikan benih padi palsu kepada petani, sebab benih yang asli diproses melalui penelitian dan uji laboratorium, sehingga hasilnya bisa berlimpah, mutunya bagus, dan tepat waktu panen," katanya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga mengimbau petani agar lebih memperhatikan berbagai pola bercocok tanam yang efektif.

Mereka, katanya, juga harus selalu berkonsultasi dan berkomunikasi dengan petugas penyuluh lapangan pertanian setempat.

Dirinya mengatakan, sasaran produksi padi sawah pada 2010 adalah 381.351 ton gabah kering giling (GKG) berasal dari lahan seluas 70.589 hektare.

"Benih padi yang mayoritas ditanam petani setempat adalah varietas Ciherang," katanya. (laporan ari prahasta/ant).

 

Arsip Berita