Minggu, 27 Mei 2012
SKP BSB: Hadapi Siaga Merapi, 4 Kabupaten Lakukan Mitigasi
Jumat, 22 Oktober 2010 11:30
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/10 (SIGAP) - Pemerintah daerah di 4 kabupaten di sekitar Merapi telah melakukan kegiatan mitigasi terkait dengan perkembangan Siaga Merapi.  Demikian dilaporkan Tim Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) yang berada di lapangan.

Lebih lanjut Tim SKP BSB menginformasikan, Kabupaten Klaten telah melakukan update dan inventarisir  kebutuhan sarana dan prasarana dari SKPD yang terkait. Selain itu telah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat di KRB III dan II yang jumlah penduduknya sebanyak 5.727 jiwa.

Pemkab Klaten juga telah melakukan sosialisasi dan pelatihan pemasangan tenda yang dilakukan relawan. Menyediakan 40 tenda pleton ke Desa Bauan, Kecamatan Kemalang untuk didistribusikan ke desa-desa lainnya.
Sedangkan di Kabupaten Boyolali, Pemkab telah melakukan koordinasi dengan SKPD terkait serta para relawan terkait dengan kesiapan menghadapi aktivitas merapi yang semakin meningkat.

Selain itu melakukan sosialisasi ke masyarakat di wilayah KRB III dan II. Masyarakat di KRB III diminta untuk mengemas barangnya agar mudah saat evakuasi.

Pemkab sudah menyiapkan 60 unit tenda dari berbagai jenis, serta distribusi masker untuk masyarakat yang dikirim ke kantor-kantor desa. Pemkab juga  Selain itu, pemkab melakukan penyiapan 2 lokasi penampungan akhir pengungsi.

Sementara terkait meningkatnya status Gunung Merapi, Kabupaten Magelang melakukan sosialisasi dengan penyiapan barak pengungsi sebanyak 52 unit, baik permanen maupun non-permanen. Selain itu Pemkab melakukan penyiapan posko di 19 desa, dan posko di 2 kecamatan.

Sementara di Kabupaten Sleman, penyiapan dan perbaikan peralatan dan barak pengungsi permanen sebanyak 20 unit. Pemkab juga melakukan penyiapan sarana dan prasarana pengungsian, serta perbaikan jalur evakuasi. Selain itu engaktifan posko utama di wilayah Pakem, Kaliurang. Pemkab Sleman menginformasikan jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok rentan di KRB III dan II sebanyak 5.461 jiwa.

Berdasarkan pantauan Tim SKB BSB dukungan Propinsi DIY berupa penyiapan dukungan dapur umum di posko utama dari Tagana Propinsi. Dukungan 3 unit MCK mobile untuk sarana di barak pengungsian yang belum memiliki MCK.

Pemprov juga melakukan pengaktifan Pusat Krisis Kesehatan  yang mulai beroperasi 22 Oktober. Selain itu penyiapan relawan propinsi yang siap di BKO kan sewaktu-waktu ke kabupaten yang membutuhkan,  yaitu SAR 285 orang, PMI 816 orang, Tagana sekitar 800 orang. (SKP BSB/Yogyakarta)

 

Arsip Berita