Minggu, 27 Mei 2012
Kalbar: Banjir Rusak BBI Kebong Sintang
Jumat, 22 Oktober 2010 02:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 22/10 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikananan Kabupaten Sintang, Kalimantan Bar, Arbudin, mengatakan akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu, Balai Benih Ikan di Desa Kebong Kecamatan Kelam Permai rusak parah.

"Kolamnya mengalami kebocoran akibat banjir, begitu juga tanggul pengaman airnya," kata Arbudin di Sintang, Kamis (21/10).

Dirinya mengatakan akibat kerusakan tersebut, semua bibit ikan yang berada dalam kolam hilang terbawa arus.

"Jelas kondisi ini berpengaruh pada produktivitas ikan di sana karena selama ini BBI cukup banyak menyumpalai kebutuhan bibit ikan di wilayah itu," ujarnya.

Menurutnya, kerusakan tersebut memang harus segera dibenahi agar BBI bisa menyuplai kembali kebutuhan bibit ikan untuk masyarakat.

"Kami akan mengusulkan pembenahan sistem irigasi di sekitar BBI dan harapan kita dananya bisa terakomodasi pada anggaran tahun 2011 nanti," katanya.

Dirinya mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan lokal bibit ikan di wilayah Kelam Permai dan Kabupaten Sintang secara keseluruhan, saat ini pemenuhannya masih didapat dari sentra pengembangan bibit ikan swadaya masyarakat di Desa Solam Raya Kecamatan Sungai Tebelian.

"Di lokasi itu pembinaan terus kami lakukan karena memang selama ini desa tersebut merupakan sentra pengembangan bibit ikan yang sangat produktif," ujarnya.

Arbudin mengatakan, di Desa Solam Raya memang permintaan semua jenis bibit ikan yang umum dipelihara bisa dipenuhi.

"Namun, ada beberapa jenis yang memang tidak bisa memenuhi kebutuhan lokal dari produksi warga setempat sehingga kami juga minta bantuan provinsi," ucapnya.

Dirinya mengatakan, secara keseluruhan, banjir tidak begitu mengganggu aktivitas pengembangan perikanan di Kabupaten Sintang.

"Hanya BBI kita di Kebong saja yang rusak," ujarnya.

Menurutnya, untuk perikanan dengan sistem keramba, masyarakat sudah memiliki kearifan untuk mengamankan aset usahanya.

"Sampai saat ini tidak ada laporan keramba yang rusak atau hanyut akibat banjir," katanya.

Berdasarkan pantauan SIGAP, sejumlah daerah mengalami banjir karena luapan sungai disaat terjadi peningkatan curah hujan.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, melakukan siaga 24 jam terutama di desa yang rawan banjir serta luapan sungai.

"Kita mulai melakukan siaga bencana alam terutama banjir, longsor dan luapan air sungai, hal ini dilakukan terkait dengan peringatan yang dilakukan oleh BMKG Sumsel, tentang badai petir yang disertai hujan lebat yang akan menimpa wilayah Sumsel," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaraenim, Untung Suropati, Kamis (21/10).

Sedangkan di Kudus, hujan lebat yang mengguyur Kota Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (21/10) petang sekitar pukul 14.00-17.00 WIB, mengakibatkan puluhan rumah warga tergenang banjir di desa Jati Kulon dan Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

Selain karena curah hujan tinggi, katanya, kapasitas saluran air yang menjadi saluran pembuang tersendat karena pipa pembuang limbah salah satu perusahaan di Kudus. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita