Minggu, 27 Mei 2012
Saluran Air Tersumbat, Banjir Landa Madura
Kamis, 21 Oktober 2010 07:46
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/10 (SIGAP) - Saluran air tersumbat menyebabkan sejumlah ruas jalan di sepanjang jalur selatan Pulau Madura, saat turun hujan, tergenang air dan menyebabkan lalu lintas macet. Sejumlah pengendara kendaraan bermotor di Madura mengeluhkan kondisi ini dan meminta Pemkab di Pulau Garam tersebut, mulai dari Pamekasan hingga Bangkalan segera melakukan perbaikan.

Suhdi, salah seorang pengendara kendaraan bermotor di Pamekasan, menyatakan, akibat saluran air tersumbat, jalan-jalan di sepanjang jalur Madura banyak yang tergenang air. "Kondisi ini bisa membahayakan para pengendara kendaraan bermotor karena kondisi badan jalan menjadi licin," katanya.

Sejumlah ruas jalan di Madura yang sering tergenang air jika turun hujan, antara lain di pertigaan Jalan Raya Slempek, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Jalan Raya Tlanakan dan di Jalan Jokotole, wilayah Kota Pamekasan. "Di tiga lokasi ini selalu terjadi genangan air jika turun hujan. Genangan air terjadi akibat saluran air tersumbat, sehingga jika terjadi hujan, aliran alir meluap ke jalan raya," katanya.

Demikian juga di Jalan Raya Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Posisi Jalan Raya yang rendah menyebabkan sering terjadi genangan air meski intensitas hujan ringan. "Setiap hujan turun pasti di daerah ini terjadi genangan air. Soalnya posisi jalan raya ini kan rendah," katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pamekasan Totok Suhartono mengakui, genangan air di sepanjang jalan lintas selatan Pulau Madura tersebut memang disebabkan karena saluran air yang tersumbat. Namun, kata Totok, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena tanggungjawab perbaikan jalan itu merupakan tanggungjawab Pemprov Jatim.

"Soalnya itu bukan jalan kabupaten, melainkan jalan Provinsi, sehingga yang berhak melakukan perbaikan adalah Pemprov bukan Pemkab Pamekasan, meski wilayahnya sebagian ada di Kabupaten Pamekasan," terang Totok Suhartono.

Anwari Khalil, mantan anggota DPRD Pamekasan, menyayangkan sikap saling lempar tanggungjawab. “Jelas, hal itu merupakan cermin pemimpin yang kurang baik,”katanya kepada Sigap, Kamis (21/10).

Menurut tokoh muda Madura ini, saling lempar tanggungjawab tidak akan menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi masyarakat.

Mantan wartawan Majalah Amanah, Jakarta ini mengutarakan,  “Masyarakat butuh solusi konkret bukan wacana. Apalagi, banjir menjadi ancaman tidak hanya pengguna jalan tetapi masyarakat Madura keseluruhan,” kata pengasuh lembaga pendidikan Islam di Pamekasan ini.

Oleh karena itu, Anwari Khalil berharap pemerintah setempat memperbaiki kondisi saluran sehingga banjir tidak menimbulkan persoalan serius. “Pembenahan ini dapat dianggarkan melalui APBD di masing-masing kabupaten. Tidak harus menunggu kewenangan dari Pemrov Jatim. Sebab, masalah jalan itu menjadi kebutuhan hidup orang banyak,” tegas pria kelahiran Madura ini. (laporan sofyan badrie/ant)

 

Arsip Berita