Minggu, 27 Mei 2012
BMKG: 61 Titik Api Terpantau Di Wilayah Sumatera
Kamis, 21 Oktober 2010 06:48
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/10 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, Sumatra Barat, mencatat sebanyak 61 titik api (hotspot) hasil deteksi stelit NOAA di wilayah Sumatra, Kamis sekitar pukul 09.45 WIB.

Lebih lanjut BMKG menginformasikan, posisi hotspot yang terpantau itu, meliputi wilayah perbatasan Sumatera Barat dengan Sumatera Utara, Sumbar-Riau dan Sumbar - Bengkulu, seperti dipubilkasikan website Meteorologi Ketaping Padang, Kamis (21/10).

Koordinator analis BMKG Ketaping Padang Budi Imam Samiaji mengatakan, titik api yang terpantau satelit itu kemungkinan disebabkan adanya aktivitas masyarakat pembukaan lahan di kawasan perbatasan tersebut.

Terkait hal itu, pihaknya belum memperoleh laporan, baik dari petugas Polhut maupun masyarakat tentang adanya kebakaran hutan di kawasan perbatasan tersebut.

Namun, jelas satelit pendeteksi panas bumi NOAA memiliki sifat menangkap panas bumi, sehingga meski panas itu bukan karena adanya kebakaran juga dapat terpantau.

Saat siang hari, NOAA akan mendeteksi panas pada ambang temperatur 42 derajat celcius, sedang malam hari satelit itu mampu mendeteksi panas pada ambang temperatur 37 derajat celcius.

Sementara itu, BMKG memprakirakan cuaca Sumbar umumnya cerah berawan serta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada sore hingga malam dan dinihari.

Angin bertiup rata-rata dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 05-30 kilometer per jam. Temperatur udara antara 21-31 derjad celcius dan kelembaban udara berkisar 59-94 persen.

Wilayah yang berpotensi diguyur hujan, meliputi Padang, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Agam, Padangpanjang, Bukittinggi, Pasaman dan Pasaman Barat.

Selanjutnya, Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, dan Sijunjung serta Dharmasraya sekitarnya.

Sementara itu, cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumbar umumnya cerah berawan pada pagi hari dan berawan serta berpotensi hujan ringan pada malam hari. Angin bertiup dari barat dengan kecepatan 05-30 kilometer per jam.

Dalam catatan BMKG, Sumbar memiliki karakteristik 2 puncak curah hujan tertinggi, antara Oktober-November dan Maret-April, sehingga pada (Oktober-November) potensi cuaca buruk di wilayah Sumbar masih sangat besar.

Terkait hal itu, BMKG mengimbau masyarakat waspada khususnya daerah rawan banjir, longsor dan perairan selat Mentawai berpotensi gelombang tinggi atau di atas batas normal. (laporan ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita