Minggu, 27 Mei 2012
Klaten: Masyarakat Diminta Waspadai DBD
Kamis, 21 Oktober 2010 05:15
AddThis Social Bookmark Button

Jakar, 21/10 (SIGAP) - Kalangan masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diminta mewaspadai serangan penyakit demam berdarah dengue karena pada Januari hingga September 2010 telah merenggut 12 korban jiwa.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan Klaten Herry Martanto, di Klaten, Rabu (20/10). Lebih lanjut Herry mengatakan, Januari hingga September 2010, ada 527 kasus warga terserang demam berdarah dengue (DBD) dengan 12 angka kematian.

Sementara itu kata Herri, pada 2009 terdapat 476 kasus demam berdarah dengan 3 angka kematian. Kasus kematian terakhir akibat DBD terjadi di Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, dengan korban balita berusia 2,8 bulan.

Herry Mengatakan, salah satu faktor penyebab tingginya angka kasus penyakit tersebut adalah cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Dinkes memperkirakan peningkatan kasus masih akan terjadi karena cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung hingga Januari 2011.

Herry menjelaskan Dinkes telah memetakan sebanyak 94 desa dari 401 desa di seluruh Klaten sebagai kawasan endemis DBD.

"Pemetaan tersebut didasarkan pada penemuan kasus DBD di 94 desa tersebut dalam tiga tahun terakhir," katanya.

Dua kecamatan di Klaten yang dinyatakan bebas dari ancaman DBD adalah Kecamatan Manisrenggo dan Kemalang karena berada di dataran tinggi, katanya.

Dijelaskan Herry, anak usia 0-7 tahun merupakan kelompok usia paling rawan terserang penyakit demam berdarah dengue karena daya ketahanan tubuh yang lemah.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Klaten Ronny Roekminto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan melakukan sosialisasi kepada masyarakat kawasan endemis melalui unit pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

"Kami memperkirakan kasus DBD akan mulai merangkak naik kembali pada awal Oktober namun saat ini angka kasus DBD di Klaten masih aman dan belum memasuki kategori kejadian luar biasa," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.

Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal-hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita