Minggu, 27 Mei 2012
BPBD Sulbar Gelar Sosialisasi Waspada Bencana
Kamis, 21 Oktober 2010 04:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/10 (SIGAP)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kewaspadaan terhadap bencana yang diadakan di Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Rabu (20/10).

Kegiatan sosialisasi waspada bencana tersebut dibuka oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Drs. H. Rusdi Syah, MM, yang diikuti 30 orang masing-masing utusan desa sasaran program "Bangun Mandar" yang didampingi oleh fasilitator komunitas.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi penyuluhan waspada terhadap bencana dalam matriks kegiatan "Bangun Mandar" salah satu gerakan pembangunan desa mandiri berbasis masyarakat yang mulai dicanangkan pada tahun 2010 oleh pemerintah Provinsi Sulbar untuk wilayah Kabupaten Mamuju Utara.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan kegiatan ini dimaksudkan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mampu tanggap terhadap bahaya bencana yang sewaktu-waktu datang secara tiba-tiba.

"Sosialiasi penyuluhan ini untuk sementara masih kita fokuskan di daerah Kecamatan Baras, salah satu daerah yang sempat dilanda gempa bumi beberapa bulan yang lalu," katanya.

Dirinya mengatakan, kegiatan sosialisasi ini juga merupakan salah satu wujud keseriusan program Bangun Mandar demi mendekatkan antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baik provinsi maupun kabupaten dengan masyarakat khususnya desa tertinggal.

"Sosialiasi ini sangat penting untuk diikuti oleh masyarakat untuk memberikan pemahaman lebih jauh akan betapa pentingnya meningkatkan kewaspadaan kita terhadap datangnya bencana, sehingga saat bencana tiba mereka mampu melakukan langkah-langkah apa yang mestinya dilakukan saat bencana datang," paparnya.

Rusdy berharap, kegiatan sosialiasi ini minimal mampu memberikan gambaran umum tentang pengetahuan menghadapi apabila bencana datang secara tiba-tiba. "Kita tidak meminta-minta ada bencana datang karena itu merupakan rahasia Tuhan pencipta alam. Untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa, maka masyarakat harus mampu memahami secara baik terkait apa-apa yang dilakukan saat musibah itu datang," katanya. (ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita