Minggu, 27 Mei 2012
BKPM Perkuat SDM Untuk Luar Negeri
Kamis, 21 Oktober 2010 04:27
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 21/10 (SIGAP) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memperkuat jumlah sumber daya manusianya yang akan ditempatkan di sejumlah kantor perwakilan BKPM di luar negeri. Hal ini dilakukan guna menarik lebih banyak lagi investasi ke Indonesia.

"Kami akan memperkuat tenaga untuk beberapa kantor perwakilan BKPM di luar negeri," kata Wakil Ketua BKPM, M Yusan, usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (20/10).

Dirnya memaparkan, BKPM memiliki beberapa kantor perwakilan di sejumlah kota di luar negeri seperti di London (Inggris), Los Angeles (Amerika Serikat), Sydney (Australia), Tokyo (Jepang), dan Singapura.

Yusan juga menuturkan, terdapat sekitar 30 tenaga baru yang sedang dipersiapkan untuk memperkuat SDM di luar negeri tersebut.

Para tenaga baru tersebut, ujarnya, diharapkan dapat menarik calon investor yang tertarik atau memiliki potensi untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, para tenaga itu juga diharapkan tidak hanya menarik investasi di satu negara, tetapi juga di sejumlah negara lainnya yang berada di sekitar negara di mana dia ditempatkan.

"Kami sudah mempersiapkan," kata M Yusan.

Sebelumnya, Kepala BKPM Gita Wirjawan, optimistis pihaknya akan dapat mencapai target investasi sebesar Rp300 triliun dengan adanya kondisi yang kondusif didalam negeri saat ini.

Gita juga mengemukakan, BKPM saat ini mengembangkan beberapa sektor untuk masuk dalam proyek Public Private Partnership (PPP) yaitu kemitraan antara pemerintah dan swasta pada tahun 2010.

Untuk mendukung promosi proyek infrastruktur PPP, maka BKPM akan melakukan revisi beberapa peraturan presiden (perpres) agar tidak ada tumpang tindih peraturan. Peraturan yang akan diubah antara lain Perpres No 27 tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Sementara itu M Yusan mengatakan, pihak China banyak melakukan penjajakan investasi sehingga diperkirakan jumlah investasi dari negara tersebut akan terus meningkat.

Menurutnya, sebagian dari penjajakan yang dilakukan oleh pihak China tersebut masih dalam tahap awal.

Dengan demikian, pihak BKPM juga mengharapkan bahwa jumlah investasi dari China di Indonesia pada masa mendatang juga akan terus meningkat.

Namun, dirinya tidak menyebutkan jumlah pasti akan investasi yang datang dari negara Tirai Bambu tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dan China pada Rabu (20/10) juga menyepakati empat kerja sama ekonomi, antara lain pembiayaan perdagangan dan investasi serta pembangunan infrastruktur.

Kesepakatan kedua negara dalam kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani perwakilan kedua negara dan disaksikan oleh Wakil Presiden Boediono di Beijing.

Empat nota kesepahaman yang ditandatangani adalah kesepakatan memperluas dan mempererat kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara, dan kesepakatan pembiayaan bagi perdagangan dan investasi antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Bank Exim Indonesia dengan Bank Exim China.

Pada kesepakatan itu ditandatangani pula kesepakatan kedua negara untuk meningkatan kerja sama pembangunan infrastruktur, serta penandatanganan pembangunan proyek PLTU Celukan Bawang, Bali Utara berkapasitas 3x1500 MW.

Sebelumnya, siaran pers Kedubes RI di Beijing menyebutkan, Wakil Menteri Perindustrian RI, Alex Retraubun, mengemukakan, Indonesia yang berbasis sumber alam berlimpah, pasar dan pertumbuhan ekonomi yang positif, sumber daya manusia yang besar serta arah kebijakan Pemerintah RI yang mendorong investasi dan pengembangan industri, telah menjadi salah satu destinasi investasi sektor industri bagi investor asing, termasuk China.

Hal tersebut disampaikan Alex di depan sekitar 200 pengusaha China dan Indonesia saat membuka Forum Bisnis Perindustrian di Shanghai Kamis (14/10).

Sementara itu, Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Imron Cotan, menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri nasional, baik yang lama maupun yang baru, sangatlah kuat, termasuk dengan membuka peluang partisipasi kalangan investor asing, termasuk China.

Dalam hal ini, China sebagai salah satu basis penting industri dunia dengan kapasitas ekonomi dan keuangan yang besar diharapkan dapat berpatisipasi aktif dalam memajukan perindustrian nasional Indonesia. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita