Minggu, 27 Mei 2012
PNPM Mandiri Beri Motivasi Kaum Perempuan
Rabu, 20 Oktober 2010 08:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/10 (SIGAP) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mampu memberi motivasi kepada kaum perempuan kepala keluarga sehingga bisa memiliki keahlian yang sesuai dengan persepsi dan sudut pandang sebagai ibu kepala keluarga.

"PNPM Mandiri menyiapkan berbagai skema untuk program sampai tahun 2015 dan perempuanlah sebagai penggeraknya dengan memberikan ruang kepada perempuan di PNPM Mandiri ini," kata Deputi Menkokesra Bidang Pengentasan Kemiskinan selaku Ketua Pelaksana Pokja Pengendali PNPM Mandiri, Sujana Royat, di Jakarta, Rabu.

Para ibu sebagai perempuan kepala keluarga yang tergabung dalam yayasan perempuan kepala keluarga (Pekka) menjalankan perannya untuk mengawasi pelaksanaan PNPM Mandiri di desa mereka sesuai dengan persepsi dan sudut pandang mereka sebagai perempuan kepala keluarga yang seringkali didiskreditkan oleh masyarakat.

Perempuan kepala keluarga ini dilatih tentang dasar-dasar fotografi dan secara tidak langsung para ibu juga diajak untuk mengenal berbagai kegiatan PNPM Mandiri.

Kurnia Puspita Sari, salah satu ibu kepala keluarga dan anggota Pekka asal desa Wahok Hilir, Kecamatan Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk ketika mulai turun ke lapangan untuk memotret kegiatan PNPM Mandiri.

Selain itu, dia juga harus menjawab pertanyaan bernada curiga yang menganggapnya akan menyebarkan hal buruk tentang PNPM Mandiri lewat foto-fotonya itu.

Belakangan ini ia dilibatkan menjadi pendamping lapangan sehingga bisa sekaligus mengawasi secara langsung kegiatan yang berlangsung di desanya.

"Ibu-ibu di situ diajarkan bagaimana melakukan simpan pinjam berkelompok, mengembangkan usaha, mereka cukup banyak melibatkan perempuan, bagian laki-laki untuk sistem pembangunan jalan," katanya.

Ketua Sekretariat nasional Pekka, Nani Zulminarni mengungkapkan kebanggaannya atas apa yang sudah dilakukan ibu-ibu Pekka dalam pengawasan PNPM Mandiri.

"Sebenarnya kegiatan fotografi sudah lama kami lakukan sebagai bagian dari proses pemberdayaan ibu-ibu, karena itu kejelian ibu-ibu Pekka dalam program ini sangat membanggakan," katanya.

Menurutnya, mereka tidak hanya menampilkan foto-foto bertema pembangunan seperti jalan atau bangunan, namun menyuguhkan benang merah yang tegas yaitu pemberdayaan dan perempuan.

Sujana Royat, mengatakan apa yang dilakukan para ibu Pekka ini memang merupakan bagian dari pengawasan berbasis masyarakat.

"Sejak awal disain program dibuat sepuluh tahun silam, PNPM Mandiri telah menekankan transparansi dan partisipasi masyarakat sebagai salah satu prinsip utamanya, karena itu pengawasan langsung dari masyarakat sendiri sangat penting dan itulah yang paling efektif," katanya.

Dirinya berharap sebelum tahun 2015 Pekka sudah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, karena saat ini Pekka menjangkau 17 Provinsi.

Untuk diketahui, dalam dimensi kemiskinan, perempuan telah menjadi penerima beban terbesar akibat kemiskinan, paling rentan terhadap bencana alam, konflik dan sebagainya. Pada akhirnya kemiskinan memperparah ketidaksetaraan gender yang mengakibatkan akses perempuan terhdap pendidikan belum sama. Tingkat putus sekolah anak perempuan lebih tinggi dari anak laki-laki.

Di bidang kesehatan angka kematian balita perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Di berbagai daerah dimana anak laki-laki diutamakan, vaksinasi dan makanan misalnya lebih sedikit diberikan kepada anak perempuan. Sehingga gizi buruk banyak dialami perempuan. Diskriminasi juga banyak meningkatkan komplikasi fatal saat kehamilan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita