Minggu, 27 Mei 2012
Medan: Permintaan Batu Bata Meningkat
Rabu, 20 Oktober 2010 06:54
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 20/10 (SIGAP) - Permintaan bahan bangunan berupa batu bata di Kota Medan kembali meningkat hingga 20 persen, karena banyak masyarakat yang memerlukan untuk membangun rumah.

Pengusaha bahan bangunan di Medan, Yodhi, Rabu, mengatakan, permintaan batu bata setelah Lebaran Idul Fitri 2010 lalu kembali meningkat, menyusul banyaknya warga Medan yang menyelesaikan proyek bangunan menjelang akhir tahun.

"Permintaan batu bata yang meningkat itu terjadi sejak awal Oktober 2010 hingga menjelang akhir tahun nanti," katanya.

Dia mengakui, melonjaknya permintaan barang, maka harga bahan bangunan juga mengalami kenaikan dari sebelumnya.

"Harga barang yang juga naik itu disebabkan karena sedikitnya produksi batu bata akibat cuaca yang kurang bagus sehingga pasokannya berkurang serta biaya produksi yang cukup tinggi," ujarnya.

Harga batu bata kini mengalami kenaikan hingga Rp50 per buah.

Untuk harga batu bata mesin misalnya dari Rp420 per buah, kini mencapai Rp470 per buah. Sedangkan batu bata tangan yang sebelumnya masih Rp300 per buah, naik menjadi Rp350 per buah.

"Belum dapat dipastikan apakah harga akan naik kembali atau justru menurun, karena hingga kini pasokan barang dari pabrikan cenderung berkurang," katanya.

Menurutnya, banyak konsumen yang lebih menyukai batu bata mesin dibandingkan batu bata tangan, karena ukurannya lebih besar dan bentuknya juga lebih rapi.

Setiap minggu, Yodhi memasok barang hingga 10.000 buah batu bata buatan tangan dan 5.000 buah untuk batu bata mesin.

"Menjelang akhir tahun, permintaan dari masyarakat cenderung mengalami kenaikan, sehingga pedagang harus menyediakan stok yang banyak untuk memenuhi permintaan," katanya.

Pasokan batu bata di Medan berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Terkait dengan industri batu bata, seperti dilansir batakpos-online.com, di pulau Samosir aktivitas penambangan lahan baik sawah maupun pekarangan untuk produksi batu bata semakin mengkhawatirkan.

Setidaknya puluhan  hektare bahkan ratusan hektare lahan sawah, jalan rusak, dan bisa saja terjadi tanah  Pulau Samosir diprediksi akan habis karena tanahnya diolah tiap hari. Setiap hari puluhan ton batu bata dari Samosir diorder  ke daerah lain. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita