Minggu, 27 Mei 2012
Denpasar: Pengembangan UMKM Perikanan Perlu Prioritas
Selasa, 19 Oktober 2010 09:34
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/10 (SIGAP) - Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan perlu mendapat prioritas termasuk mendapat akses dan layanan perbankan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Upaya tersebut sangat penting, mengingat sektor perikanan terbukti mampu menjadi salah satu andalan pertanian dalam arti," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir I Gusti Putu Nuriatha, MM di Denpasar, Selasa (19/10).

Ketika membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon Konsultan Keuangan Mitra Bank Sektor Kelautan dan Perikanan, ia mengingatkan, usaha sektor perikanan dan kelautan harus mendapat perhatian semua pihak, khususnya lembaga keuangan, untuk membantu bidang permodalan.

Dengan demikian diharapkan mampu menjadikan sektor perikanan sebagai pendorong dan penyangga perekonomian daerah serta mengentasan kemiskinan, ujar Gusti Nuriatha,

Dirinya menjelaskan, UMKM sektor perikanan di Bali masih didominasi nelayan, petani pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan tradisional.

Meskipun demikian UMKM sektor kelautan dan perikanan Bali mempunyai andil yang cukup strategis dalam menyelamatkan roda perekonomian dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak 1997.

Hal itu menunjukkan UMKM mampu bertahan, bahkan perannya semakin meningkat dalam perekonomomian Bali maupun secara nasional.

Meskipun peranan sektor perikanan meningkat, menurut Nuriatha masih ada beberapa kendala yang dihadapi pembangunan sektor perikanan.

Salah satunya menyangkut keterbatasan permodalan, khususnya kemampuan UMKM untuk mengakses kredit perbankan. Oleh karena itu, usaha peningkatan akses UMKM perikanan terhadap sumber pembiayaan terutama perbankan, dipandang sebagai langkah strategis yang perlu dilakukan, ujarnya.

Bimtek tersebut terselenggara berkat kerjasama Pemprov Bali dengan Departemen Kelautan dan Perikanan RI serta Bank Indonesia.

Peserta Bimtek sebanyak 20 peserta utusan dari 8 kabupaten dan Kota Denpasar se-Bali berlangsung selama 3 hari.

Dalam catatan SIGAP, dari tahun 2005 hingga 2009 tercatat jumlah kredit yang diberikan mencapai hampir Rp108,452 miliar. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, pemberian kredit perbankan berupa modal usaha bagi UMKM, khususnya untuk sub sektor perikanan masih sangat kecil.

Rasio pembiayaan perbankan kepada UMKM hingga ini masih menunjukan peningkatan per tahun berkisar 49 hingga 51 persen dari total kredit perbankan yang mencapai Rp700,8 triliun.

Dari penyaluran kredit sebesar Rp343,39 triliun hingga Rp357,41 triliun per tahun kepada UMKM, 52,8 persen masih diberikan dalam bentuk kredit konsumsi. Sedangkan untuk modal usaha mereka masih mengandalkan modal sendiri dan bantuan kerabat, belum banyak tersentuh perbankan.

Penyaluran kredit UMKM terbesar masih diberikan ke sektor perdagangan dengan pangsa mencapai 25,6 persen. Sedangkan sektor pertanian yang di dalamnya terdapat sub sektor perikanan baru mencapai 3,3 persen. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita