Minggu, 27 Mei 2012
Jakarta: Newmont Tuan Rumah Pertemuan Pejabat Pertambangan Asean
Selasa, 19 Oktober 2010 09:17
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/10 (SIGAP) - PT Newmont Nusa Tenggara dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus nara sumber pelatihan perlindungan dan pengelolaan lingkungan perusahaan pertambangan dalam pertemuan pejabat senior pertambangan se-Asia Tenggara (Asean).

Siaran pers yang diterima ANTARA di Mataram, Selasa, menyebutkan, pertemuan pejabat senior pertambangan se-Asean atau Asean Senior Official Meeteng on MIneral (ASOMM) itu berlangsung di Kota Tambang (townsite) Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, 18-21 Oktober 2010.

Pertemuan tersebut dibuka Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batu Bara mewakili Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Mulyono Hadiprayitno

Empat negara yang telah hadir pada pertemuan pejabat senior pertambangan se-Asean itu adalah Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih dan bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah Indonesia untuk menjadi tuan rumah sekaligus nara sumber pada pelatihan ini," kata Presiden Direktur PTNNT, Martiono Hadianto.

Menurut Martiono, penunjukkan PTNNT sebagai tuan rumah untuk membahas persoalan lingkungan tingkat Asia Tenggara merupakan pengakuan atas tingginya kinerja pengelolaan dan perlindungan lingkungan PTNNT yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

"Pertemuan ini juga memberikan kesempatan bagi kami untuk memperlihatkan secara langsung kepada para pemangku pertambangan di Indonesia dan Asean tentang kinerja lingkungan kami, yang tahun ini telah memperoleh penilaian terbaik dengan penghargaan Aditama dari Kementerian ESDM," katanya.

Keberhasilan meraih kinerja terbaik dalam bidang lingkungan, kata Martiono, dicapai atas kerja keras seluruh karyawan dan kontraktor serta bimbingan dan arahan pemerintah pusat dan daerah dalam program pengelolaan lingkungan di tambang Batu Hijau.

Dalam upaya perlindungan lingkungan, PTNNT telah menanam lebih 28.000 batang pohon di areal reklamasi seluas 689 hektare, serta ratusan ribu pohon jati pada lahan milik masyarakat di lingkar tambang.

Selain itu, melakukan konservasi penyu, transplantasi karang pada terumbu karang buatan dan Clean Up Day (CUD) atau Hari Bersih Lingkungan yang sudah menjadi agenda tahunan.

Menurut Sekjen AFMA (Federasi Asosiasi Pertambangan ASEAN) Priyo P. Soemarno, Dunia pertambangan Indonesia memiliki potensi untuk dijadikan tumpuan pendapatan dan sebagai usaha padat karya yang berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Merujuk pada data US Geological Survei tahun 2006, cadangan tembaga Indonesia sebesar 38 ribu metrik ton (ke 8 dunia), nikel 13 juta metrik ton (4 dunia), emas (8 dunia), dan timah (6 dunia) (Bank Indonesia tahun,2006). Dengan potensi yang sedemikian besar, dibutuhkan capital inflow yang besar untuk membangunkan potensi tersebut menjadi produksi riil. Sehingga dibuatlah Asia Pacific Mining Conference & Exhibition ke 9 di Indonesia.

Latar balakang diselenggarakannya acara ini adalah karena pesatnya pertumbuhan ekonomi China dan India dalam dasawarsa terakhir, yang menyebabkan besarnya permintaan kedua negara tersebut terhadap barang tambang dan komoditas mineral. Selain itu pergeseran pusat pertambangan dunia dari Amerika/Eropa bergeser ke Asia Pasifik, menjadikan banyaknya pertambangan baru yang dibuka tanpa standar SOP yang baik. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita