Minggu, 27 Mei 2012
Makasar: Pakar Nilai Demo Mahasiswa Tidak Elegan
Selasa, 19 Oktober 2010 08:49
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/10 (SIGAP) - Aksi unjuk rasa mahasiswa Makassar mendapat kecaman dari pakar komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Hasrullah. Cara mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya dengan berorasi di jalan, amat tidak elegan. Seharusnya mereka menyampaikan petisi, mengirim utusan untuk berdialog dengan Presiden.

"Cara-cara turun ke jalan ini, menunjukkan mahasiswa kita belum paham betul cara berdiplomasi dan menyampaikan pendapat secara elegan," kata Hasrullah, menanggapi maraknya aksi demonstrasi mahasiswa, Selasa (19/10).

Seperti kemarin, hari ini, mahasiswa berdemonstrasi pada sekurangnya 12 titik di Kota Makassar. Mereka menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan berorasi, dengan menutup sebagian badan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Sebagian unjuk rasa mahasiswa di sana, seperti biasa, kembali berakhir ricuh. Setidaknya, itu yang terjadi dalam demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan AP Pettarani, di Ibu Kota Sulawesi Selatan itu. Akibatnya, 4 aparat Polda Sulselbar terluka, 2 mahasiswa dan 1 wartawan juga ikut terluka.

Hasrullah mengemukakan, aksi turun ke jalan adalah bentuk penyampaian aspirasi paling rendah. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unhas ini, yang harus dilakukan mahasiswa, sebagai intelektual muda, para pentolan aktivis itu, berembug, menyampaikan petisi.

"Mereka bisa mengutus perwakilannya menemui para pejabat di sana. Termasuk gubernur dan Presiden di lokasi acara," kata Hasrullah. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

 

Arsip Berita