Minggu, 27 Mei 2012
Dumai: Kabut Asap Mulai Membahayakan
Selasa, 19 Oktober 2010 08:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/10 (SIGAP) - Berdasarkan uji kualitas udara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai, Riau, kabut asap yang saat ini menyelimuti wilayah Dumai mengandung partikel berbahaya yang sudah melampaui ambang batas.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Dumai, Romuli Tambunan, Selasa, menyebutkan, saat ini indeks polutan pada udara di Dumai mencapai angka 104 polutan standar indeks (psi).

Kondisi tersebut menurutnya sudah melampaui ambang batas dan sangat mungkin memicu penyakit pernafasan, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

"Selain itu, hasil uji itu juga menunjukkan adanya kandungan partikel abu sisa kebakaran lahan dan hutan yang turun bersamaan dengan kabut asap," tuturnya.

Batas maksimal kelayakan udara berada pada 100 psi. "Jika melampai batas tersebut, maka kualitas udara masuk dalam kategori buruk atau tidak layak dihirup secara langsung."

"Untuk itu sebaiknya saat beraktivitas di luar rumah, masyarakat menggunakan penutup mulut dan hidung (masker)," imbaunya.

Pada kesempatan sama, Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Penyakit (P2) Dinkes Dumai, Juliana, berpendapat, kabut asap yang menyelimuti Dumai saat ini merupakan yang terparah dalam setahun terakhir.

Hal itu diungkapkannya berdasarkan analisis dan data yang dirangkum sejak Januari hingga memasuki Oktober 2010 ini.

"Kuat dugaan hal itu disebabkan lahan yang terbakar yang melanda wilayah Dumai dan kota/kabupaten tetangga," ungkapnya.

Kepala Dinkes Dumai, Marjoko menganjurkan agar masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah, jika tidak terlalu penting. "Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ISPA, kita juga sudah membagikan masker secara gratis kepada setiap pengendara sepeda motor, pejalan kaki, dan tukang becak. Saat ini yang dibagikan sudah sekitar 2.000 masker," ucapnya.

Berdasarkan data yang dirangkum Dinkes Dumai dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kota Dumai, jumlah penderita ISPA dalam sepekan terakhir mencapai 673 orang.

Selain ISPA, warga yang mengalami gangguan penyakit lainnya yang juga disebabkan kabut asap meliputi asma 37 orang, iritasi mata 11 orang, dan iritasi kulit sekitar 94 orang.

Wali Kota Dumai, Agus Widayat, kepada Antara melalui selularnya mengatakan, sejauh ini belum diketahui penyebab turunnya kabut asap.

"Ada kebakaran dimana kita belum tahu, yang jelas kabut asap ini adalah dampak dari kebakaran besar, atau hutan dan lahan," terangnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita