Minggu, 27 Mei 2012
Medan: Ribuan Guru Kemenag Dilatih Jadi Tenaga Profesional
Selasa, 19 Oktober 2010 07:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 19/10 (SIGAP) - Universitas Negeri Medan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 1.527 guru Kementerian Agama dari berbagai daerah di Sumut untuk menjadi tenaga pendidik profesional.

"Ke-1.527 guru dari Depag tersebut dilatih menjadi guru profesional melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) selama sembilan hari," kata Ketua Divisi Diklat PLPG Unversitas Negeri Medan (Unimed), Prof Berlin Sibarani di Medan, Selasa.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan PLPG untuk guru-guru dari Kemenag tersebut akan dilaksanakan 25 Oktober hingga 3 November 2010 dengan lama pelatihan selama 90 jam di tiga wilayah yakni di Kota Medan, Deli Serdang dan Binjai.

Guru dari Kemenag yang mengikuti PLPG tersebut merupakan dari satuan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (Mts) sebanyak 1.078 orang, Madrasah Aliyah (MA) 396 orang dan Madrasah Ibtidaiyah (MA) sebanyak 53 orang.

Menurutnya, pelaksanaan PLPG untuk guru-guru di lingkungan Kemenag kali ini hanya diperuntukkan bagi guru yang mengajar bidang studi, sementara untuk guru agama pelaksanaan PLPG akan tangani langsung oleh kementrian.

"Semua guru bidang studi pelatihannya ditangani oleh Unimed, sementara untuk guru bidang studi agama, baik Islam, Kristen, Budha, dan Hindu, pelatihannya langsung ditangani Kemenag Sumut," katanya.

Secara rinci Pembantu Rektor IV Unimed ini menjelaskan, peserta PLPG guru-guru dari Depag itu masing-masing berasal dari Kabupaten Asahan sebanyak 100 orang, batu Bara (73), Deli Serdang (304), Labuhan Batu(218), Langkat(137), Padang Lawas (59), Padang Lawas Utara (44).

Kemudian Kabupaten Serdang Bedagai (126), Simalungun (104), Toba Samosir (1), Binjai (36), Medan (237), Pematang Siantar (52), Tanjung Balai (25), dan Kota Tebing Tinggi (11) orang.

Dirinya mengatakan, persyaratan bagi peserta yang akan mengikuti PLPG adalah pas photo terbaru ukuran 3x4 berwarna sebanyak 2 lembar, foto copy ijazah terakhir yang telah dilegalisir sebanyak dua rangkap, foto copy SK pertama dan terakhir yang telah dilegalisir sdua rangkap.

"Kemudian tanda pengenal baik KTP, SIM atau identitas lainnya sebanyak dua rangkap dan calon peserta juga diwajibkan membawa buku-buku yang relevan sesuai dengan bidang studi masing-masing peserta," katanya.

Bagi guru-guru yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan PLPG untuk guru dari Depag tersebut, dapat melihat di website www.Unimed.ac.id atau dapat datang langsung ke sekretariat PLPG di Unimed.

"Pengumuman bagi peserta yang lulus PLPG akan dilaksanakan 12 November 2010 dan bagi yang tidak lulus akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan 19 November 2010," katanya.

Sebelumnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berupaya mengadopsi proses peningkatan pendidikan yang berlaku pada persatuan pendidikan malaysia (perpema). Salah satunya dengan mengusulkan minimal 30 jam pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kompetensi guru.

Ketua umum PGRI Sulistiyo mengatakan, sistem peningkatan kompetensi guru di Malaysia patut dicontoh. Menurut dia, tidak ada salahnya jika Kementerian Pendidikan Nasional (kemendiknas) belajar untuk mengelola profesionalisme guru dari Malaysia. "Kalau ada yang bagus kan bisa dicontoh," ujarnya saat ditemui pada deklarasi PGRI dan Perpema di Jakarta, kemarin.

Sulistiyo mengungkapkan, Perpema memiliki program peningkatan kompetensi guru yang sistematis. Mereka membuat pelatihan dan seminar yang wajib diikuti oleh setiap guru. Dan diselenggarakan dengan total jam pelaksanaan sebanyak 40 jam. "Ini yang tidak kita punya, tapi bisa diterapkan di Indonesia," ungkapnya pada jppn.com (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita