Minggu, 27 Mei 2012
Disperindag: Kalteng Hitung Kebutuhan Beras Akhir Tahun
Selasa, 19 Oktober 2010 05:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,19/10 (SIGAP) – Guna  mengetahui kebutuhan dan persediaan di tengah masyarakat agar tidak terjadi ketidak stabilan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat melakukan perhitungan kebutuhan beras untuk 2,1 juta jiwa penduduk pada 3 bulan terakhir 2010.

Demikian catatan penyusunan prognosa kebutuhan pokok yang disampaikan Disperindag kepada ANTARA, Selasa (19/10).

Perhitungan dimulai Oktober, November dan Desember 2010 dimana saat ini seperti ini kebutuhan beras cendrung meningkat terutama saat menjelang Natal dan tahun baru.

Berdasarkan perhitungan tersebut, pada Oktober 2010 stok awal beras tercatat 137.990,28 ton yang akan ditambah hasil panen padi petani lokal 12.881,00 ton dan didatangkan dari luar daerah 10.000,00 ton maka akan tersedia beras selama bulan ini 160.871,28 ton.

Sementara kebutuhan pada bulan Oktober tercatat 24.786,47 ton sehingga terakhir setelah dikurangi yang dipasarkan ke daerah lain maka akan ada stock 123.084,82 ton.

Stok Oktober tersebut menjadi stok awal bulan November yang selama bulan itu akan ditambah produk lokal 4.209.00 ton dan beras yang didatangkan dari luar 10.000,00 ton maka November tersedia 137.293,25 ton.

Persediaan bulan November itu dikurangi kebutuhan sebanyak 24.880,74 ton dikurangi dijual belikan ke luar maka akan akan ada stok akhir 10.460,25 ton yang menjadi stok awal Desember.

Khusus Desember prognosanya akan ada panen padi lokal 7.778,00 ton ditambah beras yang didatangkan dari luar daerah maka tersedia sebanyak 123.238,25 ton.

Bila persediaan pada Desember dikurangi kebutuhan selama bulan itu sebanyak 24.880,74 ton maka tersedia stok akhir tahun sebanyak 98.357,52 ton.

Stok akhir tahun 2010 itu akan dijadikan pula stok awal tahun 2011 mendatang.

Berdasarkan catatan SIGAP, pada Agustus lalu pemerintah melalui Menteri Pertanian Suswono memprediksi produksi beras nasional akan mengalami surplus di akhir tahun ini . "Minimal akan ada surplus 5 juta ton beras hingga akhir tahun," ujar Suswono sepert yang dilasir tempointeraktif.

Sedangkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Aachmad Suryana, awal Oktober lalu mengatakan menjamin ketersediaan stok pangan khususnya beras aman hingga akhir tahun ini. Beberapa daerah pemasok beras juga diklaim mengalami surplus produksi.

Untuk Pulau Jawa, daerah pemasok beras yang mengalami surplus yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta. "Kalau Banten masih cukup untuk kebutuhan dirinya sendiri," kata Achmad kepada Tempo di Jakarta, Rabu (6/10).

Di luar Jawa, daerah yang mengalami surplus adalah Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Wilayah yang tidak masuk dalam kategori penghasil beras, Achmad menyatakan tak akan terjadi rawan pangan. "Laporan Bulog menyebutkan stok di gudang pangan seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua, khususnya beras, dipastikan cukup," ujarnya. (laporan rusman/ant)



 

Arsip Berita