Minggu, 27 Mei 2012
Morowali: Jamsostek Segera Santuni Korban Longsor
Senin, 18 Oktober 2010 10:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/10 (SIGAP) - Korban longsor Morowali, Sulawesi Tengah, segera mendapatkan santunan PT Jamsostek. Bencana yang melanda Dusun Bungini, Desa Bunta, Morowali itu, merenggut 12 korban tewas, satu hilang dan melukai 18 orang lainnya. Semuanya karyawan PT. Agro Nusa Abadi (PT ANA), anak perusahaan Astra Group yang menggarap perkebunan sawit di sana.

Agusdiansyah, Kepala Cabang PT. Jamsostek Palu, Senin (18/10), memastikan kesiapan perusahaan membayar klaim tersebut. Para korban dipastikan peserta Jamsostek aktif, seperti seluruh karyawan yang dipekerjakan PT ANA.

Agus menambahkan, pihaknya tinggal menunggu pihak perusahaan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Menurutnya, semakin cepat perusahaan menyelesaikan berkasnya, semakin cepat pula santunan dibayarkan.

Meski begitu, kata Agus, Jamsostek belum memastikan berapa besar santunan yang akan diterima. Mereka tengah mengaji apakah para korban tewas dikategorikan mengalami musibah saat sedang bekerja atau di luar jam kerja.

"Masalahnya kan saat peristiwa terjadi, para korban sedang beristirahat makan siang, tidak sedang bekerja," ujarnya.

Menurut Agus, jika nantinya dikategorikan kecelakaan saat jam kerja, mereka akan mendapatkan santunan kematian. Masing-masing berhak mendapatkan santunan 48 kali upah bulanan mereka. Namun bila kecelakaan itu di luar jam kerja mereka hanya memperoleh Rp16,8 juta.

Santunan untuk para korban luka-luka, menurut Agus, juga masih menunggu keputusan apakah mereka dikategorikan kecelakaan saat jam kerja atau di luar jam kerja. "Yang jelas seluruh karyawan perusahaan yang tertimpa musibah itu sudah dipertanggungkan ke Jamsostek.”

Menurut Agus, tim yang dikirim baru kembali dari lokasi untuk melakukan penelitian. Agus menambahkan, PT. Agro Nusa Abadi (PT ANA), anak perusahaan Astra Group yang mempekerjakan mereka, peserta Jamsostek yang aktif dan berkinerja bagus.

Bupati Morowali Anwar Hafid mengakui, Astra Gorup melalui beberapa anak perusahaannya sedang mengembangkan perkebunan sawit di Kabupaten Morowali, Cadangan lahan mereka puluhan ribu hektare, namun yang sudah ditanami sekitar 8.000 hektare.

Perusahaan membutuhkan material galian C, berupa pasir-batu-kerikil (sirtukil) dalam jumlah cukup besar. Sirtukil itu dibutuhkan untuk membangun jalan dan kompleks perumahan serta sarana dan prasarana perusahaan lainnya.

Semua itu dibangun di lokasi-lokasi perkebunan yang sedang dibuka, baik di Mori Atas, Lembo, Petania dan Bungku. Kesemuanya di wilayah Kabupaten Morowali. (laporan wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita