Minggu, 27 Mei 2012
Morowali: Harga karet Membaik Menguntungkan Petani
Senin, 18 Oktober 2010 06:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/11 (SIGAP) - Harga karet mentah di pasaran yang saat ini semakin membaik mengikuti perkembangan pasar dalam dan luar negeri sangat menguntungkan para petani di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sejumlah petani karet di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali, Senin (18/11) mengatakan, harga karet mentah pembelian pedagang pengumpul langsung di tempat terus menunujukkan kenaikkan cukup mengembirakan.

Harga jual karet mentah saat ini mencapai Rp22.700,00/kg. "Harga itu merupakan tertinggi selama ini," kata Ny Ut, seorang petani karet di desa Pawa`aru, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali.

Menurut Ny Ut, naiknya harga karet semakin menggairahkan kembali petani di Kecamatan Lembo yang selama ini bergantung dari hasil perkebunan komoditi ekspor tersebut.

Hal senada juga disampaikan Mendo Mbaloto, seorang petani desa yang sama. Dirinya membenarkan harga karet saat ini cukup bagus dibandingkan sebelumnya.

Kurun waktu dua bulan terakhir harga karet mentah pembelian pedagang pengumpul rata-rata diatas Rp22 ribu/kg.

Harga karet di wilayah itu pernah anjlok hingga mencapai titik peling rendah hanya Rp4.000/kg. Pada saat itu petani sangat terpukul,mengingat sebagian besar mereka selama ini bergantung kepada komoditi itu.

"Tapi dalam beberapa bulan terakhir ini petani kembali bergairah merawat dan menyadap karet, sebab harganya semakin membaik," katanya.

Dirinya menambahkan, penghasilan petani karet saat ini terbilang cukup bagus. Rata-rata petani yang punya areal kebun karet di Kecamatan itu kini telah memiliki kendaraan roda dua.

"Kalau pun ada petani yang tidak punya kendaraan roda dua jumlahnya relatif sedikit," katanya.

Sementara itu, industri perkebunan di Indonesia sepertinya harus mempersiapkan diri menghadapi adanya ancaman musim ekstrim baik hujan maupun kemarau yang akan menurunkan produksi tahun 2010 ini. Dalam ramalan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofiosika (BMKG), musim kemarau akan datang ke sentra perkebunan karet di Sumatera pada bulan Mei mendatang.

Musim kemarau pertama diprediksi terjadi di Lampung, Sumatera Selatan, sebagian Sumatera Utara dan Aceh. Sedangkan untuk wilayah Riau dan Jambi diprediksi BMKG akan masuk musim kemarau pada bulan Juni nanti. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita