Minggu, 27 Mei 2012
Pencarian Korban Banjir Bandang Wasior Terus Dilakukan
Senin, 18 Oktober 2010 05:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/10 (SIGAP) – Upaya pencarian terhadap 146 orang yang dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat masih terus dilakukan.

Komandan Kodim 1703 Manokwari, Letnan Kolonel Kavaleri Edward Sitorus mengatakan, pencarian oleh tim penanggulangan banjir gabungan pun terus dilanjutkan, ditambah dengan menerjunkan puluhan alat berat.

"Pencarian masih terus dilakukan. Alat berat yang kini digunakan untuk mencari korban hilang sekaligus membersihkan puing-puing material berjumlah 30 buah. Pencarian sudah dimulai pagi ini sampai sore sebelum matahari terbenam," ujar Dandim 1703 Manokwari Letkol Kav Edward Sitorus saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Senin (18/10).

Tim penanggulangan banjir terdiri atas tim SAR dengan dibantu TNI dan Polri. Pencarian tidak bisa dilakukan hingga malam karena terkendala listrik di lapangan, kata Letkol Edward Sitorus.

Ketika disinggung mengenai kondisi Wasior, jelas Edward, saat ini kondisi wasior aman terkendali, sehingga tim penanggulangan banjir terus melakukan pembersihan di lokasi itu.

"Lokasi Wasior sudah kering. Kini tim penanggulangan banjir fokus ke arah rehap dan konstruksi bangunan," jelasnya.

Sementara itu mengenai kondisi kesehatan para korban yang selamat, lanjutnya, para korban yang selamat kini ditampung di posko-posko pengungsian yang berada di Nabire, Manokwari dan Wasior. Ribuan warga itu tetap dalam perhatian khusus oleh petugas medis.

"Kondisi kesehatan korban saat ini baik, dan petugas medis terus memberi perhatian khusus yaitu dengan membuka pelayanan kesehatan bagi para warga pengungsian," ujarnya.

Sedangkan mengenai stok obat, Dandim 1703 Manokwari Edward Sitorus mengatakan, saat ini stok obat masih mencukupi. Namun,tim tetap mengharapkan bantuan obat-obatan dapat terus disalurkan.

Sementara itu, tambahan alat berat akan segera tiba di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat guna membersihkan wilayah tersebut dari lumpur, kayu, dan bebatuan akibat banjir bandang yang terjadi 4 Oktober.

Kapten Inf Irawan dari Pasiops Kodim 17-03 Manokwari yang bertugas di Posko Satu Wasior, kepada ANTARA di Teluk Wondama, Senin (18/10) mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, tambahan alat berat akan segera datang ke Wasior.

Irawan mengatakan, selain alat berat sejumlah personil sebanyak satu batalyon juga akan segera tiba di kota itu.

"Alat berat dan satu batalyon personil TNI dari Yonzipur Kodam 5 Brawijaya telah diberangkatkan pada Minggu kemarin," katanya.

Dirinya memperkirakan lama perjalanan selambatnya sekitar satu pekan sehingga baru tiba di Wasior paling lambat pada pekan depan.

Menurutnya, penambahan personil dan alat berat akan membantu mempercepat proses pembersihan Wasior dari lumpur, kayu dan bebatuan serta material rumah yang runtuh.

Dikatakan Irawan, selama ini proses pembersihan terkendala alat berat, karena jumlah alat berat yang ada tidak sebanding dengan banyaknya lumpur, kayu dan bebatuan serta puing reruntuhan rumah.

Dirinya mengatakan jumlah alat berat yang bekerja di Wasior hanya sebanyak 21 unit.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau lokasi bencana pada Kamis (14/10) memerintahkan para pejabat untuk menambah alat berat guna membantu proses pemulihan.

Presiden meminta alat berat ditambah bersamaan dengan penambahan sejumlah satuan zeni dari Tentara Nasional Indonesia.  (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita