Minggu, 27 Mei 2012
Bogor: Pemkot Libatkan Masyarakat Kembangkan RTH
Minggu, 17 Oktober 2010 17:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/10 (SIGAP) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ruang terbuka hijau daerah setempat.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor, Toto Miftahul Ulum, Minggu, mengemukakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan konservasi lingkungan melalui penggalakan ruang terbuka hijau (RTH).

"Kami berharap pengembangan ruang terbuka hijau mendapatkan dukungan luas masyarakat Kota Bogor," ujar Toto Miftahul Ulum.

Toto Moftahul Ulum mengemukakan, pengembangan ruang terbuka hijau telah menjadi komitmen Pemkot Bogor dalam beberapa tahun terakhir.

Komitmen tersebut, lanjut Toto Miftahul Ulum yang juga bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bogor, dibubuhkan dalam APBD 2010.

"Pemkot Bogor telah berkomitmen penuh mewujudkan ruang terbuka hijau. Komitmen tersebut akan dijalankan dengan penuh hati dan tanggungjawab," ujar Toto Miftahul Ulum.

Pemkot Bogor memiliki target jangka panjang pengembangan ruang terbuka hijau di daerah tersebut, yang dicapai secara bertahap pada setiap tahun.

Target jangka panjang yang dicanangkan Pemkot Bogor yaitu berupa terwujudnya RTH hingga 30% dari total luas areal Kota Bogor pada 2030.

"Kami berharap pada 2030, RTH Kota Bogor mencapai 30 persen," ungakpnya.

Oleh karena itu, partisipasi dan dukungan masyarakat Kota Bogor dalam mewujudkan kawasan hijau mutlak diperlukan.

"Pemkot Bogor sangat mengharapkan partisipasi masyarakat, karena RTH 30 persen semata untuk tujuan bersama dan sulit diwujudkan tanpa keterlibatan masyarakat," demikian Toto Miftahul Ulum.

Sebelumnya, para pengamat dan pakar tata ruang kota diundang Walikota Bogor H. Diani Budiarto untuk berperan serta dan berpartisipasi dalam penyusunan tata ruang wilayah Kota Bogor melalui penyampaian harapan, keinginan, usulan dan masukan lain sehingga dapat diindentifikasi potensi dan masalah tata ruang. 

Bagi Pemerintah Kota (Pemkot)yang terpenting dengan dikumpulkannya para pengamat dapat memberikan solusi terhadap masalah-masalah tata ruang kota Bogor,  ujar Walikota H. Diani Budiarto Menurut Diani, partisipasi ini menjadi hal yang sangat penting dalam perencanaan tata ruang seiring dengan paradigma baru pembangunan yang menuntut terjadinya good governance yang pada dasarnya mengedepankan masyarakat melalui prinsip demokrasi, akuntabilitas, transparasi dan partisipasi.

Dengan demikian rencana tata ruang wilayah Kota Bogor tidak lagi hanya melihat kepentingan masyarakat dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut mulai dari proses perencanaan pemanfatan hingga pengendalian, seperti dilansir kotabogor.go.id. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita