Minggu, 27 Mei 2012
Mukomuko: Ratusan Perahu Nelayan Butuh Tempat Mendarat
Minggu, 17 Oktober 2010 17:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 18/10 (SIGAP) - Ratusan perahu nelayan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, membutuhkan tempat pendaratan baru menyusul tergerusnya lokasi lama akibat abrasi pantai.

"Nelayan sepanjang pesisir pantai Kecamatan Ipuh saat ini sangat membutuhkan lokasi pendaratan baru untuk menyelamatkan perahu mereka dari abrasi pantai," kata Kepala Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh Mardiansyah, Minggu.

Sebab, katanya, lokasi pendaratan perahu nelayan yang berada di Desa Pasar Ipuh terus menerus terkikis oleh ombak laut.

"Tidak lama lagi lokasi lama yang digunakan untuk pendaratan perahu tergenang oleh air laut," katanya.

Dirinya menghitung tidak kurang dari 500 unit perahu nelayan yang mengunakan lokasi lama sebagai tempat pendaratan perahu.

Jika masih mengunakan lokasi pendaratan yang lama maka ratusan perahu milik nelayan akan terbawa air laut.

Sementara itu pemerintah desa setempat mengusulkan lokasi baru sebagai tempat pendaratan ratusan perahu nelayan.

"Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah setempat agar membantu nelayan menyiapkan lokasi pendaratan yang baru antara Desa Pasar Ipuh dengan Desa Pulau Baru," katanya.

Sebelum mengunakan lokasi tersebut maka pemerintah harus dibuka jalur yang selama ini tertutup oleh dermaga.

"Kita minta supaya dilakukan pengerukan alur dermaga supaya perahu bisa masuk di lokasi yang berada 100 meter dari tempat pendaratan lama," ujarnya.

Namun, sampai sekarang usul untuk kegiatan pengerukan dan pembangunan lokasi pendaratan yang baru belum juga terealisasi.

Sebelumnya diberitakan abrasi sepanjang pesisir Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tepatnya di kilometer 270 mengakibatkan jalan lintas Sumatera di daerah itu sering putus.

Kepala Bagian Penyusunan Program Pemerintah Kabupaten Mukomuko Herlian, September lalu, mengatakan, saat ini sepanjang 100 meter jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di daerah ini akan mengalami hal yang sama berikutnya.

"Meksipun beberapa titik jalinsum yang putus di daerah ini sudah dibangun oleh pemerintah dengan pengaman pantai, namun abrasi pantai justru terus mengikis sepanjang jalan yang belum dibangun pengaman pantai," katanya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita