Minggu, 27 Mei 2012
Magelang: Akibat Cuaca Ekstrem Panenan Cabai Kurang Optimal
Minggu, 17 Oktober 2010 04:43
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/10 (SIGAP) - Hasil panen cabai para petani di Kabupaten Magelang kurang optimal karena sebagian buah cabai membusuk akibat cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Seorang petani di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Margono di Magelang, Minggu (17/10) mengatakan, cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi mengakibatkan buah cabai mudah membusuk.

"Buah cabai yang terkena jamur akan membusuk sebelum dipanen sehingga tidak laku dijual," kata Margono yang menanam cabai rawit bangkok di lahan sekitar 1.000 meter persegi itu.

Dirinya mengatakan, kalau terus menerus diguyur hujan, terutama pada malam hari, buah cabai banyak yang membusuk.

Setiap kali panen, katanya, pasti ada sebagian buah cabai yang terbuang karena telah membusuk.

"Sekitar 12,5% hasil panen membusuk. Setiap panen bisa memetik cabai sebanyak 80 kilogram, namun sekitar 10 hingga 12 kilogram di antaranya membusuk," katanya.

Dirinya mengatakan, dengan harga cabai sekarang berkisar Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, setiap panen bisa mendapat uang sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,4 juta. Panen atau petik cabai rawit dilakukan setiap empat hingga lima hari sekali.

"Alhamdulillah hingga panen ke-13 ini kami sudah meraih keuntungan yang lumayan, namun jika panenan bagus semua pendapatan kami bisa lebih optimal," katanya.

Dirinya mengatakan, penyakit busuk buah itu belum ada obatnya.

Namun, katanya, agar tanaman dan buah cabai mempunyai daya tahan lebih maka secara rutin disemprot pestisida, antara lain obat antijamur dan pupuk daun.

Petani setempat lainnya, Amin, mengatakan, harga cabai telah mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan harga sebelum Lebaran lalu, namun harga saat ini masih cukup baik.

Meskipun sebagian panenan membusuk, katanya, petani masih bisa meraih untung.

Dirinya mengatakan, harga cabai rawit jenis bangkok di Sub Terminal Agribisnis Sewukan, Magelang relatif stabil pada harga Rp17 ribu hingga Rp20 ribu.

Sementara itu, akibat cuaca ekstrem, pasokan sejumlah kebutuhan pokok, terutama sayur-mayur ke Kabupaten Waykanan, Lampung masih kurang sehingga harganya mulai naik.

Berdasarkan pantauan ANTARA di Pasar Pemda Waykanan, Blambanganumpu, Minggu, kenaikan harga tertinggi terjadi pada seledri, yakni dari Rp12 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg, kemudian bawang merah dari Rp14 ribu/kg menjadi Rp20 ribu/kg.

Harga cabai merah naik menjadi Rp20 ribu/kg dari Rp15 ribu/kg serta kemiri Rp 24 ribu/kg dari Rp 20 ribu/kg. (rusman/ant)

 

Arsip Berita