Minggu, 27 Mei 2012
Lampung: Produksi Kopi Waykanan Meningkat
Minggu, 17 Oktober 2010 04:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 17/10 (SIGAP)- Produksi kopi Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung meningkat tajam, kendati luas lahan perkebunan komoditas tersebut mulai berkurang.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Budidaya dan Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Waykanan, Sunardi, di Blambanganumpu, Minggu (17/10).

Lebih lanjut Sunardi menjelaskan, produksi kopi sampai dengan Agustus 2010 ialah 19.262 ton dari 22.880 hektare luas lahan yang dimiliki dan dikelola 32.048 pekebun. Dibandingkan tahun 2009, jumlah produksi tersebut tergolong tinggi atau sekitar 42%.

Sunardi mengatakan, tahun 2009 luas perkebunan kopi rakyat di daerah itu mencapai 25. 837 hektare dengan jumlah produksi sebesar 11.880 ton yang masih berupa biji kopi asalan kering.

"Tahun 2008 perkebunan kopi rakyat seluas 26.387 hektare dengan jumlah produksi sebesar 11.093 ton yang masih berupa biji kopi asalan kering," jelasnya.

Dirinya menambahkan, tahun 2007 perkebunan kopi di daerah sebelah selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan itu sejumlah 25.878 hektare dengan jumlah produksi mencapai 10.952 ton/tahun.

"Tahun 2006 pekebun kopi Waykanan menghasilkan 9.828 ton kopi asalan kering dari 23.725 hektare lahan yang mereka miliki," katanya.

Selanjutnya dirinya mengatakan, tahun 2005 luas perkebunan kopi di daerah sebelah barat Kabupaten Tulangbawang itu mencapai 22.100 hektare dengan hasil produksi sejumlah 9.347 ton/tahun.

"Kebun kopi yang cukup dominan dan diusahakan oleh masyarakat Waykanan pada umumnya jenis robusta," katanya.

Sentra perkebunan kopi di kabupaten itu terdapat di Kecamatan Banjit, memiliki luas areal kurang lebih 8.141 hektare dengan jumlah produksi per Agustus 2010 mencapai 7.024 ton.

"Luas areal kebun kopi yang banyak setelah Banjit ada di Kecamatan Kasui, luas lahannya sekitar 6.720 hektare dengan hasil produksi per Agustus 2010 mencapai 6.352 ton," katanya.

Dirinya menambahkan, Kecamatan Blambanganumpu yang juga ibu kota Kabupaten Waykanan menduduki peringkat tiga sebagai sentra penghasil kopi.

"Luas lahan kopi di Blambanganumpu ialah 2.042 hektare dan per Agustus 2010 ini menghasilkan 1.900 ton kopi asalan kering," katanya.

Di tempat terpisah, pekebun kopi Kampung Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan, Sarkawi (38) mengatakan, harga kopi biasa dan robusta di pekan kedua Oktober tidak mengalami kenaikan harga atau bertahan seperti minggu lalu, yakni Rp10.000/kg sehubungan permintaan dan stok yang seimbang.

Berdasarkan catatan SIGAP, kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. (laporan rusman/ant)

 

Arsip Berita