Minggu, 27 Mei 2012
Yogyakarta: Petani Cabai Keluhkan Hasil Panen
Sabtu, 16 Oktober 2010 10:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/10 (SIGAP) - Petani Cabai di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta mengeluhkan hasil panen yang menurun drastis akibat terserang hama dan dibarengi dengan harga cabai yang turun.

Demikian dikatakan Suyuti, petani cabai Desa Karangrejek, Wonosari, Gunung Kidul, Suyuti, Sabtu (16/10). Menurut Syuti, tanaman cabai hijau banyak yang rusak dengan diawali daun menguning sehingga berdampak pada hasil panen yang turun sampai sekitar 50% dari biasanya.

Dirinya mengatakan hasil panen dalam setiap kali petik yang sebelumnya mencapai 100 kilogram saat ini hanya diperoleh panenan paling banyak 50 kilogram.

Suyuti mengatakan, menurunya hasil panen cabai hijau tersebut disebabkan terkena air hujan yang mengakibatkan tanaman cabai yang sedang berbunga mengalami rontok sehingga buahnya sedikit.

"Kami dan sejumlah petani cabai yang lain mengalami kerugian ganda, karena selain hasil panenan sedikit untuk harga jual cabai saat ini sedang anjlok," katanya.

Dirinya mengatakan harga cabai yang sebelumnya antara Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogram saat ini turun menjadi Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram.

"Harga cabai terus mengalami penurunan sejak Lebaran 2010 kemarin sampai sekarang, kalau pada saat Lebaran harga cabai bisa mencapai Rp35.000 per kilogram namun terus turun sampai Rp2.000 per kilogram saat ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Cabai Gunung Kidul, Sutarto mengatakan banyak petani yang mengeluhkan menurunnya hasil panen dan harga cabai.

"Penurunan hasil panen cabai hampir terjadi secara merata pada petani cabai di Gunung Kidul yang disebabkan pada saat tanaman sedang bunga terjadi hujan sehingg banyak yang rontok dan berpengaruh pada hasil panen dalam setiap kali petik," katanya.

Dirinya mengatakan tidak tahu penyebab penurunan harga cabai dipasaran. "Harga cabai memang mengalami penurunan sangat drastis namun kami tidak tahu penyebabnya yang semoga bukan karena permainan pengusaha besar namun hanya sebatas fluktuasi harga pasar saja," katanya.

Sementara itu, puluhan hektare sawah milik petani di Desa Pojok, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, Jum’at (15/10) terserang hama wereng cokelat.

Petani Desa Pojok, Susanto, Jum’at (15/10) mengatakan, hama wereng ini menyerang tanaman padinya yang siap panen. Hama ini menyerang bagian batang padi.

"Akibatnya, batang padi banyak berlubang, pecah-pecah, dan akhirnya rusak. Kondisi itu membuat tanaman padi yang siap panen produksinya menurun. Para petani kewalahan membasmi hama wereng cokelat ini," ujar dia.

Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai upaya pengobatan, namun serangan hama tersebut belum dapat teratasi. Ia cemas jika serangan ini terus meluas ke tanaman lainnya yang masih sehat.  (rusman/ant)

 

Arsip Berita