Minggu, 27 Mei 2012
Menko: Tidak Ada Bubble Di Pasar Modal
Jumat, 14 Mei 2010 11:41
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/5 (ANTARA) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa tidak terjadi penggelembungan atau bubble di pasar modal meskipun indeks harga saham menunjukkan kenaikan.

"Perusahaan-perusahaan terbuka itu membagi devidennya karena profitnya meningkat, artinya fundamentalnya cukup baik, kalau dikatakan terjadi penggelembungan atau bubble, itu tidak (benar)," kata Hatta di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, arus masuk modal (capital inflow) ke Indonesia itu juga masuk ke sektor-sektor investasi strategis.

"Investasi portofolio di keuangan ini penting juga agar pasar modal kita semakin berkembang, melebar, dan semakin kuat. Dari situ ada dana yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan kita untuk mengembangkan bisnis," katanya.

Menanggapi dampak krisis Yunani di Eropa, Hatta mengatakan, masyarakat Eropa sudah mengantisipasi masalah itu dengan baik.

"Yang kita lihat bail out dilakukan tidak tangggung-tanggung, hampir 1 triliun dolar AS, di mana Yunani sendiri mencapai miliaran dolar AS," katanya.

Menurut dia, pemerintah akan terus memantau penanganan krisis di Eropa dan dampaknya kepada Indonesia.

"Kita bersyukur daya tahan kita jauh lebih baik, kita mengawasi betul setiap pergerakannya dan pengaruhnya," katanya.

Sementara itu mengenai masalah Donggi Senoro, Hatta mengatakan, dirinya sudah bertemu Menteri ESDM dan mengusulkan kepada Wapres agar tim yang telah dibentuk memberikan pemaparan secara menyeluruh.

"Tim perlu memaparkan secara keseluruhan baik menyangkut kepentingan domestik kita maupun market ke depan. Itu semua dipaparkan, nanti baru diputus," katanya.

Ia mengharapkan tim dapat menyelesaikan tugasnya sesegera mungkin sehingga dapat segera diambil keputusan terhadap masalah gas Donggi-Senoro.

Ketika ditanya apakah ada tekanan asing dalam masalah Donggi-Senoro, Hatta mengatakan, tidak ada tekanan.

"Tidak ada tekanan-tekanan di sini. Ini pure soal bisnis dan kepentingan nasional, dan pure tentang kelangsungan usaha," katanya. (T.A039/B/B012/B012) 14-05-2010 18:26:22 NNNN

 

Arsip Berita