Minggu, 27 Mei 2012
Kapuas: Jambore Tagana se-Kalteng Diikuti 176 Peserta
Sabtu, 16 Oktober 2010 10:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/10 (SIGAP) - Peserta jambore kesiapsiagaan dan bhakti sosial penanggulangan bencana Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-Kalimantan Tengah 2010 yang berlangsung di Kabupaten Kapuas diikuti 176 anggota.

"Peserta terdiri dari peserta 36 peserta putri dan 139 peserta putra," kata Ketua pelaksana jambore Muhammad Rahmadi di Kuala Kapuas, Sabtu.

Jambore yang dilaksanakan tersebut untuk lebih mempersiapkan dan melatih anggota Taruna Siaga Bencana serta untuk menambah wawasan dan kesiapsiagaan anggota Tagana untuk saling bertukar informasi, katanya.

Tagana jelasnya adalah suatu organisasi sosial yeng bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat.

Pembentukan Tagana katanya merupakan suatu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat.

"Keberadaan Tagana selama kurang lebih lima tahun ini telah banyak melakukan kegiatan kemanusiaan dalam bencana dan kegiatan kesejahteraan sosial yang akhirnya diterima oleh masyarakat," katanya.

Dia mengatakan hampir seluruh anggota Tagana telah mengikuti pelatihan dibidang penanggulangan bencana dan bidang kesejahteraan sosial menyebabkan mampu melaksanakan aneka peranan dibidang penanggulangan bencana.

"Sebagai suatu organisasi, Tagana mampu mengembangkan program dan kegiataannya secara berkelanjutan," kata Rahmadi tegas.

Kegiatan yang dialksanakan dalam jambore tersebut mengutamakan kerjasama tim diantaranya Lomba Selteratau bongkar pasang tenda, evakuasi, merakit perahu karet, dapur umum, olahraga tradisional tarik tambang dan bakiak, kesenian, bakti sosial donor darah dan pembersihan saluran air tersumbat di Jalan Mahakam.

Sementara itu, Bupati Kapuas HM Mawardi dalam sambutan tertulisnya mengatakan penanggulangan bencana dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh potensi yang ada, pemerintah dan swasta serta masyarakat.

Mawardi mengatakan penanggulangan bencana merupakan salah satu fungsi pemerintah, oleh karena itu pmerintah bersama segenap unsur masyarakat mengerahkan sumber daya, sarana dan prasarana yang tersedia.

Dalam sambutan tertulisnya tersebut, dikatakan pula disamping kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, kesiapsiagaan terhadap bencana sosial juga harus diwaspadai.

Untuk itu mengantisipasi terjadinya bencana alam maupun bencana sosial diharapkan peran Satuan Koordinasi Lapangan Penanggulangan Bencana (Satkolak PB) dan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) perlu ditingkatkan, katanya.

Departemen Sosial berjanji untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan taruna siaga bencana (tagana) dari 33 provinsi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri, pada apel nasional tagana di bumi perkemahan Cibubur, akhir tahun lalu.


“Tagana adalah tenaga inti Depsos menjadi ‘leading sector’ dalam penanganan bencana. Karena itu, kemampuan dan keterampilan tagana perlu terus ditingkatkan. Kita akan membuat pasukan khusus tagana yg terampil menangani korban gempa, banjir, longsor, dll,” ujar Mensos.(laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita