Minggu, 27 Mei 2012
Magetan: Produktivitas Kacang Tanah Meningkat
Sabtu, 16 Oktober 2010 10:04
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 16/10 (SIGAP) - Produktivitas kacang tanah di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat hingga 50 persen pada musim tanam tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magetan, Eddy Suseno, Sabtu (16/10) mengatakan, produktivitas kacang tanah di Magetan saat ini rata-rata mencapai 2,7 ton per hektare.

"Produktivitas ini meningkat 51,5 persen dari biasanya yang berkisar antara 1,3 ton sampai 1,5 ton per hektare," ujar Eddy Suseno saat dihubungi.

Menurutnya, peningkatan produktivitas ini didukung oleh cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Selain itu, kenaikan produktivitas kacang tanah ini juga didukung oleh bantuan benih unggul dari pemerintah pusat melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).

"Curah hujan yang sering terjadi pada musim kemarau ini justru berpengaruh baik pada tanaman kacang. Selain itu, juga didukung oleh bibit kacang yang baik," terangnya.

Eddy menjelaskan, tahun 2010 ini Magetan mendapat alokasi bantuan SLPTT kacang tanah seluas 1.500 ha, yang tersebar di beberapa daerah, seperti Kecamatan Parang, Poncol, Bendo, Nguntoronadi, Takeran dan Sukomoro.

Penanaman kacang di wilayah Magetan dilakukan secara bergantian dengan tanaman padi, jagung, dan palawija lainnya. Biasanya, kacang tanah mulai ditanam pada bulan Juni ataupun Juli dengan masa tanam tiga bulan 10 hari.

"Diperkirakan pada bulan Oktober, sudah memasuki masa panen dan siap dipetik," tutur Eddy menambahkan.

Terkait pemasaran, lanjut Edy, petani kacang tanah di Magetan tidak terlau sulit memasarkannya. Ini karena sudah ada kerja sama dengan produsen kacang garing yaitu Garuda Food. Di Kecamatan Parang sendiri, pemasaran kacang tanah ke Garuda Food mencapai 1.000 ton kacang tanah gelondong setiap tahunnya.

"Kerja sama ini sangat membantu dalam mengangkat taraf ekonomi petani kacang di Kabupaten Magetan," katanya.

Daerah di Kabupaten Magetan yang dikenal sebagai sentra kacang tanah meliputi, Kecamatan Parang, Poncol, Bendo, dan Lembeyan, dengan luas lahan mencapai 7.000 hektare.

kacang tanah mengalami peningkatan hingga 50% dari sebelumnya.

Data yang ada di Dinas Pertanian (Distan) Magetan, di wilayah Magetan khususnya Parang produktivitas kacang tanah mencapai rata-rata 61, 17 ton/hektar gelondong basah atau setara dengan 1,97 ton osse (kupas).

"Produktivitas ini meningkat 51,5 persen dari biasanya yang berkisar antara 1,3 ton sampai 1,5 ton osse per hektare," ungkap Edy Suseno.

Selain karena cuaca yang mendukung, kenaikan produktivitas kacang tanah ini juga didukung oleh bantuan benih unggul dari pemerintah pusat melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). "Memang cuaca yang tidak menentu ini berpengaruh positif bagi pertanian kacang tanah di Magetan," ujarnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita