Minggu, 27 Mei 2012
Bali: Sepanjang Agustus Ekspor 1965 Ton Tuna
Jumat, 15 Oktober 2010 09:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/10 (SIGAP) - Bali selama Agustus 2010 mengekspor sebanyak 1.965 ton tuna segar maupun yang diawetkan bernilai 9,3 juta dolar AS, kata Kasi Ekspor Disperindag Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Jumat (15/10).

Ini artinya cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang besar di laut yang diinformasikan beberapa bulan terakhir ini, tidak menjadi hambatan bagi kapal-kapal pemburu tuna sehingga produksinya bertambah banyak.

Dengan dikapalkan tuna sebanyak itu, maka secara keseluruhan tuna hasil tangkapan para Anak Buah kapal (ABK) yang memasuki pasar luar negeri dari sejak Januari- Agustus 2010 tercatat 14.041 ton bernilai 63 juta dolar.

Bagiada mengatakan, perolehan devisa dari salah satu hasil laut itu bertambah hampir sepuluh persen, jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2009 yang bernilai 57,5 juta dolar atas pengapalan sebanyak 13.925 ton.

Ikan tuna segar yang dikapalkan ke pasaran mancanegara terutama untuk memenuhi permintaan konsumen asal Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, China dan berapa saja hasil tangkapan dari Bali akan laku terjual, katanya.

Andil Tuna segar maupun yang sudah dibekukan dalam perolehan devisa mencapai 17,6% dari seluruh perdagangan aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke pasaran luar negeri yang mencapai 358,3 juta dolar.

Peranan ekspor tuna hasil tangkapan masyarakat di Bali tersebut berada pada urutan kedua setelah ekspor tekstil dan produk tektil (TPT) seharga 82 juta dolar atau 23% dan kerajinan kayu 54,3 juta dolar diurutan ketiga.

Bagiada mengatakan, pihaknya semula prihatin akibat cuaca yang kurang menentu di lautan, hasil tangkapan nelayan yang ditampung para pengusaha perikanan di Bali berkurang, namun kenyataannya masih ada peningkatan.

Jadi Tuna masih menjadi salah satu andalan Bali dalam pengumpulan devisa dari perdagangan nonmigas, selain hasil industri kecil berupa pakaian jadi (garmen) dan kerajinan bernilai seni buatan rakyat setempat.

Bali mengekspor sedikitnya sebelas jenis ikan ke pasaran luar negeri, namun kebanyakan nilainya di bawah satu juta dolar akibat pengiriman ke negara konsumen, karena pengusaha mengandalkan pasokan dari Jawa.

Begitu juga dengan Sulawesi Barat, potensi ikan plagis besar seperti ikan tuna di Provinsi Sulawesi Barat, mencapai sekitar 687.000 ton pertahun tersebar di perairan provinsi tersebut.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulbar, Haruna Hamal di Mamuju, Jumat, mengatakan, produksi yang besar tersebut baru sekitar 69.000 ton saja pertahun yang bisa ditangkap oleh nelayan setempat.

Menurutnya, potensi perikanan di Sulbar, seperti ikan tunabelum dapat dimanfaatkan optimal akibat terbatasnya sarana alat tangkap yang dimiliki nelayan seperti kapal.

"Jumlah sarana dan prasarana perikanan di Sulbar seperti kapal nelayan masih sedikit dan terbanyak berupa kapal kecil hingga sulit untuk pergi kelaut yang lebih dalam untuk menangkap tuna," pungkasnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

 

 

Arsip Berita