Sabtu, 26 Mei 2012
Mamuju: Penderita ISPA Diprediksi Meningkat
Jumat, 15 Oktober 2010 03:45
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 15/10 (SIGAP) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memprediksikan jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di daerah ini meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, DR Firmon MPh, di Mamuju, Kamis (14/10) mengatakan, jumlah penderita penyakit ISPA di Mamuju diprediksikan akan meningkat dibanding tahun sebelumnya karena adanya perubahan iklim.

Dirinya mengatakan, data penderita penyakit ISPA di Mamuju pada tahun 2009 sekitar 123.000 orang, dan data tersebut diprediksi akan meningkat karena adanya perubahan iklim yakni badai Lanina yang melanda Sulbar pada tahun 2010 ini. "Perubahan iklim akibat daerah ini dilanda balai Lanina yang fenomenanya hujan lalu tiba-tiba panas, akan menjadi pemicu meningkatnya penderita penyakit ISPA di Mamuju tahun ini, karena masyarakat banyak mengalami gangguan pernapasan," katanya.

Oleh karena itu, Dirinya mengatakan, Dinkes Mamuju telah besiap mengantisipasi meningkatnya masyarakat yang menjadi penderita penyakit ISPA di Mamuju. "Pemerintah telah siap melakukan pencegahan dengan antibiotik untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap penyakit ISPA," katanya.

Menurut nya, ISPA bukan penyakit berbahaya karena tidak menyebabkan kematian, namun tetap harus dilakukan pencegahan oleh masyarakat dengan tetap menjaga kebersihan. "ISPA hanya terjadi di tenggorokan dan itu dapat dicegah dengan antibiotik, tetapi kalau telah sampai di paru paru, mereka harus dirawat," katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP, ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu. Dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat.

Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada,masa dewasa. dimana ditemukan adanya hubungan dengan terjadinya Chronic Obstructive Pulmonary Disease.

Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia.

Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.

ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. (rusman/ant)

 

Arsip Berita