Sabtu, 26 Mei 2012
Bengkulu: BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi
Kamis, 14 Oktober 2010 06:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/10 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan di Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, untuk mewaspadai hembusan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan setempat.

Cuaca tidak mendukung itu sangat mengganggu aktivitas nelayan dalam menangkapan ikan, kata Kasi Informasi dan Observasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu Sudiyanto, Kamis (14/10).

Lebih lanjut Sudiyanto mengatakan, gelombang ombak dalam kurun waktu sepekan ini diperkirakan kembali normal, namun bisa saja sewaktu-waktu terjadi gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang.

"Bisa saja terjadi gelombang ombak mencapai tiga sampai empat meter dari keadaan normal saat ini satu hingga dua meter saja," katanya.

Apalagi di wilayah perairan barat daya berdekatan dengan Enggano bisa lebih tinggi karena dalam keadaan normal saja tingginya berkisar antara 2 sampai 3 meter.

Kondisi seperti itu, diperkirakan juga akan terjadi di perairan laut Bengkulu Utara dan Mukomuko, sedangkan diperairan Seluma dan kota Bengkulu, walaupun tergolong tinggi tetapi masih dalam kondisi wajar.

Menurutnya, gelombang laut tak menentu itu diperkirakan terjadi hingga akhir tahun dan bisa juga sampai pertengahan 2011, terlebih Perairan Bengkulu berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Dengan keadaan gelombang seperti itu, biasanya tidak hanya kapal motor nelayan, tapi kapal berukuran besar seperti jenis feri ataupun tongkang akan terhempas.

Apalagi jika perahu nelayan tradisional yang kapasitasnya lebih kecil dapat ditenggalemkan gelombang terlebih didorong tiupan angin kencang.

Menurutnya, curah hujan diatas rata-rata normal dengan 200 hingga 300 mili meter, sedangkan angin bertiup kencang hingga 25 knot. Di atas kewajaran 5 hingga 10 knot, penyebabnya adalah adanya suhu udara yang hangat di atas khatulistiwa, sehingga merangsang pembentukan awan penyebab hujan.

Awan terbentuk mulai dari pagi hingga siang hari, selepas itu hujan terjadi hingga tengah malam dan kadang sampai pagi.

"Bila nelayan ingin melaut, jangan sampai terlalu jauh dari jarak pantai," ujarnya.

Sebelum melaut dilihat dulu keadaan cuaca apabila sudah berada di tengah laut akan sulit untuk kembali mendarat karena kecepatan ombak lebih tinggi dari tenaga mesin kapal," kata Sudiyanto.

Sebelumnya BMKG Serang, Rabu (13/10) memprakirakan tinggi gelombang laut Banten selatan pada Rabu malam hingga Kamis (14/10) pagi mencapai 2 meter dengan jarak pandang 3 sampai 6 kilometer.

Analisis cuaca BMKG Serang, Yanti menyebutkan, prakiraan selama 3 hari ke depan tinggi gelombang laut Banten selatan berkisar 1,0-2,0 meter.

Gelombang laut bergerak dari arah utara dengan kecepatan angin 10-15 knot atau 30 kilometer per jam.

Selain itu, cuaca berawan dan berpeluang hujan ringan pada sore hingga malam hari.

Suhu pada siang hari berkisar 23-33 derajat Celcius dengan kelembaban antara 65-95%.

Dengan begitu, kondisi laut Banten Selatan relatif normal dan tidak membahayakan bagi nelayan maupun pelayaran kapal tongkang. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita