Sabtu, 26 Mei 2012
Lebak: Produksi Padi Lebihi Target
Kamis, 14 Oktober 2010 06:10
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/10 (SIGAP) -Produksi padi kalangan petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 2010 melebihi sasaran yang ditentukan pemerintah daerah.

"Kami merasa senang petani mampu mendongkrak produksi pangan, meskipun terjadi serangan hama akibat cuaca ekstrem," kata Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak H Oong Syahroni, di Rangkasbitung, Kamis (14/10).

Oong mengakui, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang cukip besar di bidang pertanian untuk meningkatkan program ketahanan pangan secara nasional.

"Program ketahanan pangan secara nasional ditargetkan mencapai 2 juta ton beras pada 2010," katanya.

Pemerintah Kabupaten Lebak pada 2010 menargetkan sasaran padi sawah sebanyak 442.454 ton dan padi gogo 24.414 ton gabah kering panen (GKP).

Dirinya mengatakan dari target sebesar itu hingga September 2010 mencapai 528.868 ton GKP. "Dengan pencapaian sebanyak 528.868 ton GKP sudah melebihi target atau surplus di atas 5%," katanya.

Oong mengatakan peningkatan produksi padi di kabupaten ini terjadi karena kalangan petani terbantu dengan adanya program ketahanan pangan, seperti bantuan alat-alat pertanian, perbaikan sarana irigasi, dan bantuan benih unggul.

Pasokan pupuk subsidi relatif stabil dan peningkatan permodalan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan), katanya.

Selain itu, katanya, kalangan petani mendapat pembinaan maupun pelatihan, di antaranya penyelenggaraan sekolah lapang tanaman terpadu dan teknologi legowo.

"Saya optimistis ke depan produksi padi di kabupaten ini bakal terus meningkat," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Sopiyan mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan pembinaan dan penyuluhan kepada kalangan petani untuk meningkatkan produksi padi dalam upaya mencapai target pangan nasional.

"Selama ini produksi padi melebihi target rata-rata nasional surplus 5%," katanya.

Ditahun 2009 dicapai Produksi Padi 518.299 (20,95%), dari yang ditargetkan sebesar  449.950,02  ton. (wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita