Sabtu, 26 Mei 2012
Pekanbaru: PNPM Mandiri Perkotaan Siapkan 2.000 Pengusaha Baru
Kamis, 14 Oktober 2010 03:31
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 14/10 (SIGAP) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Mandiri Perkotaan Pekanbaru menyiapkan setidaknya 2.000 calon pengusaha baru pada tahun ini.

Koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Pekanbaru Rumani Said di Pekanbaru, Rabu (13/10) mengatakan pihaknya mempersiapkan setidaknya 2.000 calon pengusaha kecil baru pada tahun ini yang tersebar di 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru.

Dirinya menyebutkan kegiatan ini mulai disosialisasikan 2008 di sejumlah kecamatan seperti Tenayan Raya, Lima Puluh Sukajadi dan Senapelan dan melibatkan 20 Lembaga Keswadayaan Masyarakat ( LKM).

Kemudian pada tahun 2009 bertambah 8 kecamatan meliputi 37 kelurahan sehingga lokasi PNPM Mandiri Perkotaan ada 12 Kecamatan dan 58 Kelurahan/lembaga Keswadayaan Masyarakat.

Dirinya menjelaskan, konsep Pemberdayaan PNPM Mandiri perkotaan bagaimana masyarakat miskin mulai menata cita- cita melalui perencanaan hidupnya dengan semangat mengedepankan potensi diri yang dimiliki warga miskin itu sendiri.

Kemudian warga miskin yang tercantum dalam dokumen dalam pemetaan dikelompokan ke dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bidang Sosial Produktif, Ekonomi dan Lingkungan Infrasturktur.

"Berpijak dari minat warga miskin tersebut tugas relawan PNPM Mandiri Perkotaan di 58 Kelurahaan se-Kota Pekanbaru melalukan pelatihan- pelatihan berwirausaha setelah pelatihan selesai maka seluruh warga miskin harus membuka usaha yang produknya berorientasi pasar," tambahnya.

Selain itu, pemerintah kota mengeluarkan Peraturan Daerah No 37 Tahun 2009 tentang Program Pengentasan Kemiskinan dengan semangat bagi pengusaha kecil yang telah meminjam dan menurut penilaian LKM dinilai kinerja pengembaliannya lancar berhak memperoleh pinjaman minimal Rp1 juta hingga Rp5 juta per orang.

Tahun 2009 walikota Pekanbaru telah menganggarkan Rp3 miliar lebih dan tahun 2010 Rp7,5 miliar untuk menambah pinjaman warga miskin yang berusaha serta memberi dukungan bagi warga yang berusaha di bidang cendramata bercirikan nuansa Melayu.

Salah satu KSM Kreasi Rotan di Kelurahan Limbungan melalui kerajinan rotan telah memberikan harapan dan keinginan para anggotanya untuk hidup lebih di tengah-tengah keterbatasan kemampuan yang dimiliki anggotanya yang semuanya perempuan.

"Kami menyadari betul keterbatasan kami dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga dan selama ini kami tergantung pada suami dan pendapatan itupun terbatas sedangkan kebutuhan banyak," ujar Ketua KSM Kreasi rotan Suhendri.

Dengan dukungan LKM Sinar Cahaya menurutnya Limbungan Rotan dijadikan sarana mewujudkan keterbatasan menjadi modal.

Sementara itu Sekretaris Kota Pekanbaru Ir Yusman Amin,M Eng,Sc menjelaskan kegiatan- kegiatan warga miskin yang telah dilatih oleh PNPM Mandiri Perkotaan Kota Pekanbaru diharapkan berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru, walau bersifat usaha kecil jika disatukan akan menjadi satu kekuatan ekonomi berbasis pertumbuhan ekonomi rumah tangga.

Sedangkan di Aceh, Bupati Aceh Tengah H Nasaruddin meminta penyaluran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) agar tidak salah sasaran, sehingga dana tersebut benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk meningkatkan perekonomiannya.

"Kami minta agar penyaluran dana PNPM jangan sampai salah sasaran, tapi diberikan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan, sehingga kesejahteraannya meningkat," katanya saat tatap muka dengan para petugas PNPM se-Kecamatan Silih Nara di Takengon, Rabu.

Dikatakan, PNPM juga merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang pembiayaannya menggunakan pola biaya bersama, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta swadaya masyarakat.

Oleh karena itu, PNPM harus dilaksanakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, ujar Bupati Nasarudin.

Bupati berharap kegiatan PNPM menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang akan menjadi pemicu bagi daerah lainnya, sehingga akan menumbuhkan kompetisi sehat, untuk mewujudkan masyarakat Aceh Tengah yang lebih sejahtera.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, tugas mengawal pelaksanaan PNPM merupakan beban yang cukup berat karena lebih kuat berdimensi sosialnya, sehingga tidak memperhitungkan seberapa besar nilai ekonomi yang dihasilkan. (rusman/ant)

 

Arsip Berita