Sabtu, 26 Mei 2012
Murung Raya: Pemkab Kirim Beras Atasi Krisis Pangan
Rabu, 13 Oktober 2010 08:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, (13/10) SIGAP - Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mengirimkan 500 kg beras ke Dusun Tronoi, Desa Jojang, Kecamatan Seribu Riam, untuk sekitar 20 KK yang terancam rawan pangan akibat gagal panen padi ladang.

Wakil Bupati Murung Raya Nuryakin di Puruk Cahu, Rabu mengakui puluhan warga di dusun pedalaman tersebut kini mengalami krisis pangan terutama beras karena gagal panen padi akibat anomali cuaca saat ini.

Kondisi masyarakat di dusun yang berada di pedalaman tersebut sudah dilaporkan Camat Seribu Riam, Sius Anggen kepada pemerintah daerah setempat guna meminta bantuan beras.

"Hari ini Pemkab Murung Raya telah mendistribusikan sebanyak 500 kilogram beras untuk warga tersebut guna mengatasi krisis pangan akibat gagal panen padi," kata Nuryakin.

Masyarakat di dusun tersebut sehari-hari selain berladang juga mencari kayu gaharu dan menjadi penjaga goa sarang burung walet.

Daerah tempat mereka tinggal memang terpencil dan sulit dijangkau transportasi baik darat maupun sungai.

Menurut Nuryakin, dengan kondisi transportasi sulit itu pasokan barang kebutuhan pokok warga setempat juga mengalami hambatan, karena hampir tidak ada pedagang yang mau menjangkau daerah tersebut.

"Karena sulitnya transportasi itu masyarakat setempat hanya mengandalkan hasil pertanian untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun ada pasokan barang lain yang dibawa warga setempat kalau bepergian keluar dusun namun sangat terbatas," katanya.

Nuryakin menjelaskan, untuk menjangkau dusun (tumpung) tersebut melalui angkutan darat membutuhkan waktu sekitar enam jam dari Puruk Cahu ke Desa Jojang, Kecamatan Seribu Riam.

Kemudian dari Desa Jojang menuju Dusun Tronoi membutuhkan waktu lima jam dengan menggunakan perahu bermotor (ces) berkapasitas maksimal tiga orang menyusuri Sungai Busang (anak Sungai Barito) yang penuh riam dan bebatuan.

Perjalananan dilanjutkan dengan jalan darat yakni perahu diangkat ke darat kemudian didorong menggunakan rel kayu (seperti rel kereta api) sepanjang 200 meter kemudian turun kembali ke sungai hingga sampai dusun tersebut.

"Memang dusun itu sangat terisolir, bayangkan betapa sulitnya medan yang ditempuh warga setempat, sehingga angkutan barang juga sangat sulit dibawa karena sarana angkutan sangat terbatas," jelasnya.

Melihat kondisi yang sangat terbatas itu pemerintah di kabupaten yang kaya akan sumber daya alam berupa tambang batu bara, emas dan kayu itu masih menjajaki untuk melakukan pemindahan dusun ke tempat yang baru (relokasi) seperti yang dilakukan terhadap Desa Prahau di Kecamatan Seribu Rima yang juga sulit dijangkau.

"Kita masih melakukan penjajakan dan pendekatan kepada masyarakat untuk merelokasi warga di daerah tersebut," kata Nuryakin.

Dalam catatan SIGAP, secara topografi, pada umumnya Kabupaten Murung Raya dari wilayah bagian selatan hingga bagian Timur merupakan dataran agak rendah, sedangkan ke arah Utara dengan bentuk daerah berbukit-bukit lipatan, patahan yang dikelilingi oleh hamparan pegunungan Muller/Schwaner.

Apabila dilihat dari tingkat ketinggiannya, maka sebagian besar 72,08% dari luas wilayah Kabupaten Murung Raya terletak pada ketinggian 500-1.000 meter dari permukaan laut, terutama di daerah Kecamatan Sumber Barito. Kemudian 5,18% terletak pada ketinggian 100-500 meter dari permukaan laut.

Bagian wilayah dengan lereng atau kemiringan 0 – 2 % terdapat di bagian selatan tepi sungai Barito, bagian wilayah dengan kemiringan 2 – 15% tersebar di semua kecamatan seluas 1.785 Km 2 (21,94%), bagian wilayah dengan kemiringan 15 – 40% tersebar di semua kecamatan seluas 4.275 Km 2 (52,55%) dan wilayah di atas 40% seluas 2.075 Km2 (25,51%).

Dari jenis tanah, secara umum jenis tanah yang dominan terdapat di Kabupaten Murung Raya terdiri dari 3 jenis yaitu, Podsolik seluas 30,17%, Oksisol (Laterik ) seluas 61,98% dan Litosol seluas 7,85%. Jenis tanah Podsolik terdapat di Kecamatan Laung Tuhup, Murung, Tanah Siang, Permata Intan dan sedikit di Kecamatan Sumber Barito.

Jenis tanah Oksisol (Laterik) banyak ditemukan di Kecamatan Sumber Barito dan sedikit di Kecamatan Tanah Siang. Sedangkan jenis tanah litosol hanya terdapat di Kecamatan Sumber Barito.sebanyak 57,69% dari jenis tanah sesuai untuk berbagai penggunaan seperti untuk perkebunan kelapa, kelapa sawit, karet, tanaman pangan, persawahan dan permukiman. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita