Sabtu, 26 Mei 2012
Subang: Pemkab Imbau Warga Waspada DBD
Rabu, 13 Oktober 2010 07:37
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, (13/10) SIGAP - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Wawan Setiawan, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD di musim penghujan saat ini.

"Memasuki musim penghujan warga diharapkan bisa lebih aktif meningkatkan kebersihan lingkungan terutama media yang memungkinkan menjadi sarang berkembangnya jentik nyamuk penyebab virus DBD," ungkap Wawan di Subang, Rabu (13/10).

Menurut Wawan, upaya 3M, menggunakan obat nyamuk oles serta menggunakan kelambu di rumah adalah langkah awal yang bisa dilakukan warga untuk mencegah terjangkitnya DBD.

"Upaya pengasapan lingkungan adalah bagian alternatif lain dalam pencegahan penyebaran DBD, namun pemberantasan sarang nyamuk dengan langkah 3M di lingkungan masyarakat adalah cara efektif dalam pencegahan penyebaran DBD di Kabupaten Subang,"katanya.

Hingga saat ini, pihaknya mencatat, bahwa kawasan kota Subang atau di Kecamatan Subang merupakan kawasan rawan penyebaran DBD.

"Populasi penduduk di Kecamatan Subang terbilang padat dan termasuk daerah endemis penyebaran DBD sehingga kami senantiasa pro aktif mengimbau warga untuk mewaspadai penyebaran DBD di daerah endemis," tuturnya.

Wawan mengatakan, menyatakan ada penurunan temuan kasus penderita DBD di Kabupaten Subang.

"Hingga saat ini kami mencatat terjadi penurunan kasus penderita DBD di Kabupaten Subang dengan temuan sebanyak 15 kasus dalam satu minggu sedangkan pada periode lima tahun yang lalu kami pernah mencatat sebanyak 321 kasus DBD dalam satu minggu," jelasnya.

Selain DBD, pihaknya juga mengimbau masyarakat Subang mewaspadai terjangkitnya penyakit Diare di musim penghujan saat ini.

"Saat intensitas curah hujan tinggi dikhawatirkan akan berdampak pada bencana banjir yang pada akhirnya akan mencemari air sehingga masyarakat mengalami kekurangan pasokan air bersih untuk dikonsumsi dan dapat berakibat diare, " ujarnya.

Di Jakarta

Kasus demam berdarah dengue (DBD) setiap tahunnya mampu ditekan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang berbasis pada komunitas. Baik melalui pengerahan juru pemantau jentik (jumantik) serta lurah, warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama turut aktif melakukan PSN setiap hari Jumat selama 30 menit. Hal itu terbukti dengan terjadinya tren penurunan jumlah kasus DBD setiap tahun selama empat tahun terakhir ini.

Dengan rincian, pada tahun 2007, jumlah kasus DBD mencapai 31.836 kasus. Jumlah tersebut menurun pada tahun 2008 yang mencapai 28.361 kasus, kemudian pada tahun 2009 menurun dengan jumlah kasus hanya 18.835 kasus. Dan hingga Agustus 2010, jumlah kasus DBD di baru mencapai 12.639 kasus.

"Jadi, kasus DBD dari tahun ke tahun di Jakarta mempunyai indikasi menurun. Kita optimis angka di tahun 2010 yang mencapai 12 ribuan ini bisa kita tekan dan pertahankan supaya tidak naik lagi," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta kepada Indopos. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita