Sabtu, 26 Mei 2012
BUMN Bantu Wasior Rp 1,9 Miliar
Rabu, 13 Oktober 2010 04:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/10 (SIGAP) - Sebanyak 144 Badan Usaha Milik negara (BUMN) melalui Program Peduli BUMN berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp1,9 miliar bagi korban bencana di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Humas PT Pelindo IV Baharuddin Muhiddin di Makassar, Rabu (13/10) mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan-perusahaan milik negara untuk meringankan beban rakyat Indonesia yang terkena bencana.

Menurutnya, dalam rangka memperlancar pelaksanaan penerimaan dan penyaluran bantuan, Kementerian BUMN telah menunjuk PT Pelindo IV sebagai koordinator dari sejumlah BUMN yang ada di Indonesia.

"Kami telah membangun tiga posko, yakni Posko Induk di Makassar, Posko Koordinasi di Manokwari dan Posko Lapangan di Wasior, untuk mempercepat distribusi bantuan," ujarnya

Baharuddin menjelaskan, langkah pertama yang telah diambil dalam program ini yakni tanggap darurat meliputi evakuasi dan penyelamatan korban bencana.

Untuk itu, BUMN telah mengirim relawan masing-masing 15 orang dari PT Jasa Marga, 12 orang dari PT Perkebunan Nusantara serta 12 orang dari PT Pelindo IV.

“Mereka bertugas sebagai tim evakuasi, paramedis serta distribusi barang bantuan. mereka juga mendirikan tenda, menyiapkan makanan, memberi pakaian dan obat-obatan kepada korban,” katanya.

Langkah kedua, kata Baharuddin, yakni program "recovery", meliputi pemberian bahan bangunan untuk material rumah para korban serta bantuan perancangan dan desain rumah-rumah yang rusak.

"Kami juga memberi bantuan uang tunai. Untuk barang kami salurkan melalui posko, sementara uang melalui bank BRI dan Mandiri. Untuk kelancarannya, kami juga bekerja sama dengan pemerintah setempat," katanya.

Baharuddin menambahkan, Pelindo berharap sejumlah BUMN lain yang belum mengirimkan bantuannya agar segera berpartisipasi dengan menghubungi Posko Induk di Kantor PT Pelindo IV Jl. Soekarno No. 1 Makassar.

Sementara Kepala Biro Umum dan Humas Kementerian Negara BUMN, Nukman Chalid Sangaji dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu mengatakan, BUMN Peduli saat ini telah melakukan tindakan evakuasi sebanyak 800 orang yang diangkut kapal Pelni ke Nabire.

Selain itu juga upaya perbaikan dan pemulihan jaringan telepon, listrik dan pasokan BBM oleh BUMN terkait dan dapur umum.

Nukman Chalid mengatakan, proses bantuan BUMN Peduli telah memiliki prosedur tetap (protap) yang baku untuk merespon situasi gawat darurat akibat bencana alam yang sering terjadi di berbagai kawasan di Indonesia.

BUMN Peduli telah terlibat dalam upaya "emergency rescue dan relief program " di berbagai peristiwa bencana seperti tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta dan gempa bumi di Padang.

Sebelumnya, Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar melalui surat edaran No.SE-12/MBU/2010 pada 8 Oktober 2010 telah menginstruksikan kepada seluruh BUMN untuk segera mengambil tindakan tanggap darurat dengan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan bagi korban banjir di Wasior, Kabupaten Teluk Wondana, Propinsi Papua Barat.

Terkait dengan bantuan terhadap korban bencana banjir di Wasior, sebanyak 42 ton bantuan yang terdiri dari logistik dan obat-obatan sudah dikirimkan bagi korban banjir Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat melalui Manokwari.

Bantuan sebanyak 42 ton tersebut, 13 diantaranya berasal dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan 29 lainnya berasal dari bantuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejauh ini belum ada kesulitan dalam penyaluran bantuan dari Manokwari menuju Wasior. Pengiriman bantuan dari Manokwari menuju Wasior dengan menggunakan kapal laut.

Hanya saja jarak yang cukup jauh dari Manokwari menuju Wasior mengakibatkan waktu tempuh menggunakan kapal laut sekitar delapan jam sekali jalan, sehingga pengiriman tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Selain dari pemerintah, bantuan logistik untuk korban banjir Wasior yang tiba di Manokwari juga terus berdatangan dari berbagai organisasi maupun dari masyarakat di seluruh Indonesia. (rusman/ant)

 

Arsip Berita