Sabtu, 26 Mei 2012
Lewat KUR, BNI Kembangkan Kampung Binaan Di Bantaeng
Rabu, 13 Oktober 2010 03:53
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/10 (SIGAP) - Bank Negara Indonesia (BNI) akan mengembangkan kampung binaan berkonsep inti dan plasma terhadap pengembangan rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Pemimpin Cabang BNI Bulukumba, Jusran Buraera usai diterima Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Selasa (12/10) mengatakan, pengembangan daerah binaan diperlukan untuk membantu petani rumput laut.

Karena itu, diperlukan sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) agar program pengembangan komoditi tersebut bisa berjalan sesuai rencana.

Jusran Buraera yang didampingi Kepala Layanan BNI Bantaeng Gogot Sugiawan mengatakan, program kampung binaan ini merupakan antisipasi dari hasil pertemuan para petinggi BNI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Lebih lanjut, Pimcab yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Sinjai dan Bulukumba itu mengatakan, untuk menunjang pengembangan kegiatan tersebut, BNI menyiapkan dana dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR).

"Meski KUR dibatasi hingga Rp20 juta, namun BNI bertekad membantu pengembangan produk unggulan daerah. Karena itu berapapun yang dibutuhkan untuk membantu pengembangan rumput laut tersebut, BNI siap," ujarnya.

Dirinya juga mengemukakan keinginannya untuk segera melakukan pembahasan lebih rinci dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan daerah ini. Dari pertemuan tersebut, pihaknya berharap ada lokasi yang menjadi percontohan.

Dijelaskan Jusran, kerjasama di tingkat departemen sudah dilakukan, demikian pula dengan tingkat provinsi.

Untuk tingkat provinsi, BNI menyiapkan anggaran senilai Rp100 miliar untuk mendukung Pemerintah Provinsi Sulsel mengembangkan sektor Usaha Kecil dan Menengah melalui berbagai produk pembiayaannya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik perhatian BNI terhadap pengembangan komoditi rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Selain rumput laut, Bupati juga berharap BNI menggerakkan sektor riil di daerah ini.

Berdasarkan pantauan SIGAP, sebelumnya BNI Makassar dengan program Kredit Usaha Rakyat ini membidik Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan bisnis.

Menurut Pemimpin Wilayah BNI Makassar, Shadiq Akasya mengatakan KUR BNI telah menyiapkan dana Rp. 100 miliar untuk pengembangan sektor UKM di Sulsel.

Dukungan KUR dapat memperkuat UKM sektor pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan. "Harapannya, bantuan KUR membantu pengusaha UKM meningkatkan produksinya," kata Shadiq usai bertemu Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim, Jumat, 8 Oktober seperti dikutip news.fajar.co.id.

Shadiq mengatakan, BNI siap mendukung program Pemprov Sulsel mengembangkan UKM melalui berbagai produk pembiayaan kreditnya. Rencananya, BNI bersama Pemprov Sulsel menandatangani nota kesepahaman pembiayaan KUR, 19 Oktober nanti.

Pembiayaan tahap pertama fokus wilayah Makassar dan Maros. Menurut Shadiq, plafon pembiayaan kredit BNI sebenarnya tak terbatas. Namun, untuk tahap awal, dana yang dikucurkan Rp 100 miliar.

Selain pembiayaan melalui program KUR, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas kredit lainnya. "Kami punya kredit revitalisasi perkebunan, kredit ketahanan pangan dan energi. Tidak bisa fokus satu saja," urai Shadiq.

Menurutnya, penyaluran kreditnya juga lebih fleksibel. Dana kredit dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dengan penyaluran langsung ke petani atau gabungan kelompok tani (gapoktan). Pastinya, penyalurannya lebih modern. (rusman/ant/nf)

 

Arsip Berita