Sabtu, 26 Mei 2012
Banjir Wasior: PMI Buka Posko Bantu Cari Orang Hilang
Rabu, 13 Oktober 2010 03:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/10 (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) membuka Posko di Wasior dan Manokwari yang bertujuan untuk mencari orang yang dilaporkan hilang oleh anggota keluarganya akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada 5 Oktober.

Rilis PMI yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa malam, menyebutkan, posko untuk mencari orang hilang tersebut dinamakan Posko RFL ("Restoring Family Links"/Mempertemukan kembali hubungan keluarga).

Hingga kini, pemerintah setempat melaporkan masih terdapat sebanyak 123 warga korban banjir bandang Wasior yang dinyatakan hilang.

Pada Senin (11/10) malam, Posko Markas Pusat PMI juga telah menerima laporan data pencarian anggota keluarga dari salah satu warga Jakarta.

Nama warga yang dilaporkan hilang tersebut adalah Madya Indah Lestari (29) yang berprofesi sebagai pengajar di SD Inpres Waprak dan tinggal di Pulau Roswar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Madya Indah dilaporkan hilang dan sedang dicari oleh adik kandungnya yang bernama Arif Supriyanto.

Tim RFL dari Markas Pusat PMI secepatnya melakukan pendataan detail dan telah menyampaikan kepada tim RFL PMI yang kini sedang melakukan pendataan langsung di lokasi bencana.

Selain dari Jakarta, data sementara juga menunjukkan terdapat anggota masyarakat dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang sedang mencari anaknya yang tinggal di Wasior.

Untuk membantu masyarakat yang mencari kabar keluarganya yang hilang, PMI telah membuka layanan berupa dua Posko RFL. yaitu di Balai Latihan Kehutanan (BLK) di Manokwari dan di Posko Induk pengungsian warga di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama.

Di Posko tersebut terdapat 10 orang Tim RFL PMI yang bersiaga dan membantu menemukan anggota keluarga yang sedang dicari.

Sedangkan bagi masyarakat dari luar wilayah Papua Barat yang membutuhkan bantuan layanan RFL PMI, dapat menghubungi: Posko Markas PMI Provinsi Papua Barat, Jalan Kota Baru No. 18, Anggrek, Manokwari, Papua Barat, Telp. 0986-211351, dan Posko Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta, Telp. 021-7992325 ext. 408.

Sementara itu, kondisi beberapa titik di Wasior dilaporkan hingga kini juga masih belum terjangkau oleh akses telekomunikasi.

PMI didukung oleh Palang Merah Perancis (France Red Cross) akan mendirikan 3 unit perangkat komunikasi "transportable" yang disebut dengan Komunikasi Multimoda Kendali Operasi (KOMODO).

Fasilitas KOMODO memang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan operasional tanggap darurat di lokasi bencana, yang memungkinkan komunikasi dalam bentuk teks, suara, gambar, video dan "geo-positioning".

Rencana untuk mendirikan fasilitas KOMODO tersebut dijadwalkan akan dimulai pada 13 oktober hingga 24 Oktober.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Kabupaten Nabire menyebutkan per 10 oktober 2010 pukul 00.30 WITA jumlah pengungsi diwilayah Kabupaten Nabire sebanyak 96 orang. "laki-laki sebanyak 55 orang dan perempuan 41 orang," demikian data BNPD Kabupaten Nabire.

Sedangkan per tanggal 11 Oktober 2010 jumlah pengungsi sebanyak 78 orang, dengan rincian laki-laki 43 orang dan perempuan 35 orang. BNPD Kabupaten Nabire melaporkan saat ini masih menghadapi kendala terkait dengan kebutuhan seperti kekurangan pakaian layak pakai, kekurangan bahan makan dan minuman.

Para pengungsi tersebut tersebar dibeberapa tempat, seperti masjid, rumah warga bersedia menampung para korban. (rusman/ant/bnpd)

 

Arsip Berita