Sabtu, 26 Mei 2012
Kapolres Morowali: Pencarian Korban Longsor Dihentikan Sementara
Rabu, 13 Oktober 2010 03:01
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/10 (SIGAP) - Upaya pencarian korban longsor di Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dihentikan sementara sejak Selasa (12/10) malam pukul 21.30 Wita. Hal ini dilakukan untuk mengistirahatkan relawan serta diperkirakan tidak ada korban yang mungkin masih hidup di bawah timbunan yang perlu segera diselamatkan.

"Kita akan lanjutkan pencarian besok pagi. Sekarang para relawan sudah beristirahat," kata Kapolres Morowali AKBP Suhirman SH SIK kepada ANTARA melalui telepon dari Bunta, Selasa malam.

Cuaca di tempat kejadian cukup mendukung karena sepanjang hari ini tidak ada hujan sehingga pencarian berjalan cukup lancar.

"Hanya saja anggota kita sudah kelelahan, jadi perlu istirahat dulu," ujarnya.

Menurutnya, sesuai keterangan pihak perusahaan dan saksi mata, tinggal tiga orang korban yang belum ditemukan dan diduga tertimbun material tanah bercampur pasir dan batu di lokasi kejadian.

Nama-nama ketiga korban itu adalah Aep, Maman dan Awi. Mereka adalah penduduk lokal dan karyawan PT. ANA, anak perusahaan Astra Group yang membangun perkebunan sawit di Kabupaten Morowali, daerah pemekaran Kabupaten Poso pascakonflik.

Menurut Kapolres, ada 142 personel polisi termasuk anggota Brimob yang dikerahkan melakukan penyelamatan, evakuasi dan pencarian korban sejak peristiwa itu terjadi Selasa pukul 12.00 Wita, dibantu personel TNI, PNS dan masyarakat setempat.

PT.ANA juga mengerahkan tiga buah excavator untuk melakukan penggalian, namun hingga pencarian dihentikan, nasib ketiga korban itu belum diketahui.

Menurut Suhirman, luas kawasan yang tertimbun longsor mencapai sekitar 1 hektare dengan ketebalan timbunan mencapai 10 meter lebih sehingga penggalian perlu waktu yang agak panjang.

Seperti diketahui, musibah tanah longsor itu menewaskan 10 orang dan melukai 18 lainnya. Semuanya adalah karyawan PT.ANA.

Saat kejadiaan terjadi, para karyawan sedang beristirahat makan siang di barak usai menggali material pasir-batu (sirtu) untuk menimbun jalan dalam kompleks perkebunan sawit saat tebing di belakang barak itu longsor dan mengubur mereka hidup-hidup.

Selain mengubur manusia, longsoran juga menimbun tujuh buah truk dan sebuah excavator milik perusahaan serta enam barak pekerja perusahaan tersebut.

Lokasi kejadian berada cukup jauh dari permukiman penduduk sehingga tidak ada warga desa setempat yang menjadi korban dalam musibah tersebut. (ari prahasta/ant)

 

Arsip Berita