Sabtu, 26 Mei 2012
Bangka Barat Bebas Polio
Rabu, 13 Oktober 2010 02:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 13/10 (SIGAP) - Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung bebas kasus polio karena tingginya kesadaran masyarakat untuk mengimunisasikan anaknya.

Pengelola program imunisasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Barat, Asrul Sani di Muntok, Selasa (12/10) mengatakan, kesadaran masyarakat melakukan imunisasi anaknya cukup tinggi, melebihi dari target sehingga tidak ditemukan kasus polio di daerah ini.

Dirinya mengatakan, tidak ada kendala dan keluhan dari petugas di lapangan mengenai imunisasi ini dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.

"Kami terus menggencarkan imunisasi polio bertujuan agar mendapatkan sertifikasi bebas polio," ujarnya.

Lebih lanjut Asrul mengatakan, selain mendata dari rumah ke rumah pihaknya juga melakukan sosialisasi imunisasi melalui radio bahkan menggunakan mobil keliling. "Bahkan, yang tidak sempat didata dan disosialisasikan datang sendiri ke posyandu untuk mengimunisasikan anaknya," katanya.

Dirinya juga mengatakan, tidak ada ketakutan atau trauma dari masyarakat untuk mengimunisasikan anak meski pernah ada berita kasus yang kurang baik mengenai imunisasi.

"Tidak ada yang takut untuk mengimunisasikan anaknya karena masyarakat menyadari, imunisasi berguna sebagai proteksi dini terhadap penyakit," ujarnya.

Dirinya mengimbau masyarakat terus memperhatikan kesehatan anaknya dengan memberikan kekebalan tubuh agar bayi tumbuh dengan baik dan sehat.

"Kesadaran para ibu tentang hidup sehat sangat penting agar anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas, tentu dengan memberikan asupan gizi secara teratur," katanya.

Seperti diketahui, Penyakit Polio atau Poliomielitis adalah penyakit akibat jangkitan virus yang menyebabkan kelumpuhan. Poliovirus (PV) yang menjadi ejen pembawa penyakit ini masuk ke badan manusia melalui mulut dan mencemarkan usus. Ia mampu memasuki saliran darah dan ke saraf pusat menyebabkan kelemahan otot dan kelumpuhan.

Berdasarkan catatan SIGAP, virus ini menular melalui air dan kotoran manusia. Sifatnya sangat menular dan selalu menyerang anak balita. Sekitar dua puluh tahun silam, polio melumpuhkan 1.000 anak tiap harinya di seluruh penjuru dunia. Tapi pada 1988 muncul Gerakan Pemberantasan Polio Global.
Lalu pada 2004, hanya 1.266 kasus polio yang dilaporkan muncul di seluruh dunia. Umumnya kasus tersebut hanya terjadi di enam Negara. Kurang dari setahun ini, anggapan dunia bebas polio sudah berakhir.

Seperti yang dikutip laman Unicef Indonesia, pada awal Maret tahun 2005, Indonesia muncul kasus polio pertama selama satu dasa warsa. Artinya, reputasi sebagai negeri bebas polio yang disandang selama 10 tahun pun hilang ketika seorang anak berusia 20 bulan di Jawa Barat terjangkit penyakit ini.

Menurut analisa, virus tersebut dibawa dari sebelah utara Nigeria. Sejak itu polio menyebar ke beberapa daerah di Indonesia dan menyerang anak-anak yang tidak diimunisasi. Polio bisa mengakibatkan kelumpuhan dan kematian. Virusnya cenderung menyebar dan menular dengan cepat apalagi di tempat-tempat yang kebersihannya buruk. (rusman/ant)




 

Arsip Berita