Sabtu, 26 Mei 2012
UGM Akan Gelar Seminar Mitigasi Bencana
Selasa, 12 Oktober 2010 02:31
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 12/10 (SIGAP) - Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta akan menggelar seminar nasional bertema "Mitigasi dan Adaptasi dari Tinjauan Multidisiplin" di Yogyakarta pada 13 Oktober 2010.

Ketua Panitia Seminar "Mitigasi dan Adaptasi dari Tinjauan Multidisiplin" Sudibyakto di Yogyakarta, Senin (11/10) mengatakan seminar tersebut merupakan upaya Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjaga kesinambungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Penyelanggaran seminar ini merupakan kerja sama antara UGM, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut bertujuan guna mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian di bidang kebencanaan, khususnya yang terkait dengan aspek mitigasi dan strategi adaptasi perubahan iklim di Indonesia.

"Tema `Mitigasi dan Adaptasi dari Tinjauan Multidisiplin` sangat penting diangkat sebagai salah satu bentuk komitmen masyarakat akademis yang tanggap terhadap isu perubahan iklim dan dampaknya yang sangat meluas dan serius pada berbagai aspek kehidupan," katanya.

Menurutnya, seminar tersebut juga dimaksudkan dalam rangka memperingati "The International Day for Disaster Risk Reduction" pada 13 Oktober, yang dipelopori oleh United Nations-International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR).

Menurutnya, wilayah Indonesia memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana alam, bencana akibat ulah manusia, kegagalan teknologi dan bencana akibat kesalahan kebijakan dalam pengelolaan sumberaya alam dan lingkungan hidup.

Lebih lanjut Sudibyakto mengatakan, potensi bencana semakin meningkat sebagai akibat pemanasan global dan terjadinya perubahan iklim yang makin nyata.

"Pemanasan global akan selalu mengancam wilayah pesisir antara lain berupa kenaikan permukaan air laut, banjir, abrasi, erosi pantai, penurunan permukaan tanah, dan intrusi air laut," katanya.

Menurutnya, berbagai upaya untuk mitigasi bencana telah dilakukan secara nasional maupun daerah dalam rangka membangun kapasitas masyarakat melalui kegiatan nonformal maupun pendidikan formal dan berbagai penelitian mitigasi bencana dalam upaya mengurangi risiko bencana.

Kegiatan-kegiatan pada tahap pra bencana erat kaitannya dengan istilah mitigasi bencana yang merupakan upaya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Mitigasi bencana mencakup baik perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resiko dampak dari suatu bencana yang dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang.

Berdasarkan catatan SIGAP, upaya mitigasi dapat dilakukan dalam bentuk mitigasi struktur dengan memperkuat bangunan dan infrastruktur yang berpotensi terkena bencana, seperti membuat kode bangunan, desain rekayasa, dan konstruksi untuk menahan serta memperkokoh struktur ataupun membangun struktur bangunan penahan longsor, penahan dinding pantai, dan lain-lain.

Selain itu upaya mitigasi juga dapat dilakukan dalam bentuk non struktural, diantaranya seperti menghindari wilayah bencana dengan cara membangun menjauhi lokasi bencana yang dapat diketahui melalui perencanaan tata ruang dan wilayah serta dengan memberdayakan masyarakat dan pemerintah daerah. (rusman/ant)

 

Arsip Berita